Warga Terdampak Proyek Tol di Temanggung, Anggota DPR: Ada Ketidakcocokan dalam Pembebasan Lahan dan Harga
BERITA TERBARU INDONESIA, TEMANGGUNG — Anggota Komisi V DPR RI Sofwan Dedy Ardyanto bertemu dengan warga Desa Kebumen, Kabupaten Temanggung, yang tanahnya terkena dampak proyek tol Bawen-Yogyakarta.
Sofwan di rumah aspirasi di Kabupaten Temanggung, Sabtu malam, mendengarkan keluhan dan harapan sejumlah warga yang merasa bahwa kompensasi untuk tanah yang diambil untuk exit tol Pringsurat, bagian dari seksi 5 jalan Temanggung-Ambarawa, tidak sesuai harapan.
“Dari cerita para warga yang menyampaikan keluhan, saya menyimpulkan bahwa terdapat ketidakcocokan dalam proses pembebasan lahan dan penetapan harga appraisal. Ada potensi perbedaan perlakuan dalam penentuan harga kompensasi,” terangnya.
Kepada warga yang mengadu, dia menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi mereka kepada pihak terkait, yaitu Badan Pengelola Jalan Tol dan Badan Usaha Jalan Tol, yang bertanggung jawab atas pembangunan dan pengelolaan ruas jalan tol seksi 5 Temanggung-Ambarawa.
“Kita akan berusaha bersama-sama, sesuai peran kita masing-masing. Saya akan berkoordinasi dengan pihak-pihak di Jakarta. Semoga usaha kita bisa menemukan solusi terbaik,” ujarnya kepada warga Pringsurat yang menyampaikan aspirasinya.
Dia berjanji akan mengawal aspirasi warga Pringsurat tersebut sampai selesai. “Kasus ini terjadi di daerah pemilihan saya, dan bidangnya sesuai dengan tugas Komisi V tempat saya bertugas. Saya akan mengadvokasi masyarakat dalam kasus ini sampai menemukan penyelesaian yang adil,” tegasnya.
Dari pengaduan warga tersebut, terungkap bahwa ada lahan yang sudah dibebaskan dengan nilai beberapa kali lipat dari harga appraisal yang ditawarkan kepada warga. “Saya belum bisa memastikan ketidakcocokan tersebut, namun akan segera saya selidiki. Jika ada pelanggaran, harus diselesaikan sesuai aturan yang berlaku,” tambahnya.
