Pemimpin Telkom: Tiket Digiland 2025 Sudah Ludes
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Telkom Group kembali mengadakan Digiland 2025, sebuah acara tahunan yang menjadi platform untuk kolaborasi di bidang teknologi, olahraga, pendidikan, hingga hiburan dalam satu pengalaman yang inovatif dan memotivasi. Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah, menyebutkan bahwa Digiland Run yang hadir dengan tiga kategori, yaitu 21K (Half Marathon), 10K, dan 5K, telah mendapatkan label World Athletics Label Road Races.
Dengan semangat ‘Elevating Your Future’, Digiland 2025 akan menyajikan beragam rangkaian kegiatan, termasuk Digiland Run, Digiland Music, serta Kuliner Nusantara dan Pasar UMKM pada 18 Mei 2025 di Istora Senayan, Jakarta, ujar Ririek dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Rabu (7/5/2025).
Ririek melaporkan bahwa animo masyarakat sangat tinggi untuk berpartisipasi dalam acara ini. Hal ini dibuktikan dengan penjualan tiket yang sudah mencapai 100 persen. ‘Penjualan tiket Digiland 2025 telah resmi terjual habis, dengan total 20 ribu pengunjung siap memeriahkan acara ini,’ kata Ririek.
Digiland Run juga menekankan aspek keberlanjutan dengan penggunaan jersey ramah lingkungan dan inisiatif konversi jarak tempuh pelari menjadi donasi paket data internet untuk pendidikan di daerah terpencil di Indonesia. Melalui rangkaian kegiatan ini, Telkom Group juga mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan potensi sport tourism dan memberdayakan ekonomi kreatif dengan melibatkan pelaku UMKM.
‘Digiland merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan kontribusi nyata bagi bangsa,’ lanjut Ririek.
Digiland 2025 juga dimeriahkan dengan Digiland Music yang menghadirkan artis terkemuka Indonesia seperti Sheila on 7, Padi Reborn, King Nassar, Bernadya, Lyodra, JKT 48, D’Masiv, dan Project Pop. Ririek berharap kehadiran musisi-musisi ini akan memberikan pengalaman hiburan yang menarik bagi seluruh pengunjung.
‘Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi kerakyatan, Digiland 2025 juga menghadirkan beragam kuliner nusantara dan pasar UMKM,’ tambah Ririek.
Menurut Ririek, para pelaku usaha mendapatkan ruang untuk mempromosikan dan memasarkan produknya kepada masyarakat luas. Digiland 2025 juga menampilkan pameran inovasi dan layanan digital TelkomGroup.
‘Pengunjung dapat mengeksplorasi berbagai solusi berbasis teknologi terkini yang dikembangkan oleh TelkomGroup, mencerminkan peran aktif perusahaan dalam mendukung akselerasi transformasi digital di Indonesia,’ ungkap Ririek.
Kolaborasi dengan berbagai pihak dan pemangku kepentingan menjadi salah satu kunci dalam suksesnya gelaran Digiland 2025 ini. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan apresiasi dan dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam penyelenggaraan acara ini.
‘Acara ini diharapkan dapat mendorong pengembangan sport tourism dan menjadikan Jakarta sebagai destinasi wisata olahraga yang menarik, baik nasional maupun internasional,’ ujar Pramono.
Direktur Marketing Telkomsel Derrick Heng menyatakan bahwa Telkomsel berkomitmen untuk mendukung penuh kesuksesan Digiland 2025, salah satunya dengan keunggulan infrastruktur digital dan konektivitas terdepan. Telkomsel menghadirkan gaya hidup digital kapan saja dan di mana saja melalui Hyper 5G yang menjaga koneksi mobile dan IndiHome yang mendukung kehidupan digital di rumah.
‘Kami percaya bahwa pengalaman digital yang luar biasa bagi pelanggan akan memperkuat setiap aspek acara, mulai dari olahraga dan hiburan hingga pemberdayaan ekonomi digital, serta menjadi katalis dalam percepatan transformasi digital Indonesia,’ kata Derrick.
Sekretaris Jenderal PB PASI Tigor Tanjung mengungkapkan bahwa label yang telah diraih menjadikan Digiland Run sebagai salah satu ajang lari paling bergengsi di Indonesia dan diakui secara internasional, serta masuk dalam kalender resmi ajang lari dunia. Dengan demikian, Digiland Run 2025 menjadi salah satu destinasi utama bagi para pelari profesional maupun amatir di seluruh dunia.
‘Digiland Run menjadi acara lari pertama di Indonesia yang begitu cepat mendapatkan World Athletics Label yang tersertifikasi secara internasional. Pencapaian ini patut diapresiasi karena untuk memperoleh pengakuan tersebut harus memenuhi berbagai kriteria yang tidak mudah,’ kata Tigor.
