Antusiasme Tinggi untuk Ibadah Umroh dan Haji di Bandung Meski Ekonomi Melambat
BERITA TERBARU INDONESIA, BANDUNG– Keinginan warga Jawa Barat untuk menjalankan ibadah umroh dan haji tetap tinggi meskipun daya beli masyarakat sedang mengalami penurunan. Mereka telah menyiapkan dana untuk umroh sejak lama sehingga tidak begitu terpengaruh oleh situasi ekonomi yang melemah ini.
Direktur Utama SS Umroh, Hamzah Romzul Qurani, menyatakan bahwa kondisi ekonomi global mempengaruhi daya beli masyarakat Indonesia yang menurun. Namun demikian, minat masyarakat untuk melaksanakan ibadah umroh masih relatif tinggi, terutama di wilayah Jawa Barat.
- Nama Sebelas Korban Tewas Akibat Kecelakaan Maut di Purworejo, Begini Nasib Sopir Truknya
- Listrik Bali Pulih Total, PLN Tingkatkan Keandalan Sistem Kelistrikan
- Al Qassam tak Gentar Melawan Genosida, Jebak Tentara Penjajah dengan Ranjau Peledak
“Pasar di Kota Bandung ini luar biasa. Seperti bulan Juli sudah penuh untuk keberangkatan di Januari atau awal Februari, kemudian Agustus hampir penuh, padahal keberangkatan dua bulan lagi, alhamdulillah,” ujar Hamzah saat ditemui di kantornya di Jalan Cihapit, Kota Bandung, Rabu (7/5/2025).
Meski industri terdampak oleh kondisi ekonomi global, Hamzah mengatakan bahwa ibadah umroh cukup diprioritaskan oleh jamaah. Mereka sudah menabung sejak belasan tahun sebelumnya.
“Travel kami memberangkatkan 1.000 jamaah tahun lalu dan tidak pernah ada gagal keberangkatan,” katanya.
Hamzah melanjutkan bahwa 70 persen jamaah SS Umroh berasal dari Kota Bandung dan sekitarnya, sementara sisanya 30 persen berasal dari Garut, Sumedang, Bekasi, Depok, hingga luar pulau Jawa.
Di tengah tingginya minat ibadah umroh, Hamzah mengingatkan jamaah untuk waspada terhadap travel yang menawarkan harga murah namun ternyata tidak terpercaya. Ia menekankan pentingnya memeriksa izin travel, kepastian pembelian tiket, dan akomodasi hotel.
“Kalau mencari travel umroh harus yang kredibel,” katanya.
Hamzah menambahkan bahwa pihaknya menawarkan paket umroh yang bervariasi mulai dari harga Rp 27 juta hingga lebih tinggi, tergantung pada musim tinggi atau rendah.
Pihaknya menyediakan minimal hotel bintang tiga dengan penerbangan bintang lima serta fasilitas lainnya.
