Penyerapan Gabah di Jabar Mencapai 338 Ribu Ton, BULOG Perluas Kapasitas Gudang
BERITA TERBARU INDONESIA, BANDUNG–Perum BULOG Kanwil Jawa Barat (Jabar) berupaya untuk terus meningkatkan penyerapan gabah dengan tujuan mencapai swasembada pangan, khususnya beras di Jabar. Menurut keterangan dari Pemimpin Wilayah Perum BULOG Jabar, Mohamad Alexander, penyerapan gabah petani di wilayah Jabar mengalami peningkatan signifikan hingga awal Mei.
Akibatnya, BULOG Jabar memperluas kapasitas gudangnya. Kapasitas gudang yang dimiliki BULOG saat ini tidak lagi mencukupi untuk menampung hasil serapan gabah dan beras yang terus berlanjut. Saat ini, kapasitas gudang BULOG di Jabar hanya mencapai 397.750 ton, tersebar di 39 kompleks pergudangan di seluruh wilayah Jabar.
Dengan meningkatnya penyerapan gabah, kapasitas gudang BULOG yang ada sudah tidak mencukupi, sehingga perlu menggunakan sistem pinjam pakai dan sewa tambahan,” ujar Alexander.
BULOG Jabar telah menyewa 41 unit gudang dari pihak swasta dengan kapasitas 170.037 ton. Selain itu, telah dilakukan kerjasama dengan mitra atau dinas terkait untuk pinjam pakai 119 unit gudang dengan kapasitas 131.165 ton.
“Saat ini, BULOG Jabar memiliki 199 unit gudang yang tersebar di 8 kantor cabang di seluruh Jawa Barat, termasuk di Bandung, Cianjur, Cirebon, Indramayu, Karawang, Subang, Ciamis, dan Bogor, dengan total kapasitas mencapai 698 ribuan ton setara beras,” jelasnya.
Target penyerapan BULOG Jabar hingga Mei ditetapkan sebesar 552.099 ton setara beras. Namun, pada awal Mei ini, penyerapan telah mencapai 338.032 ton setara beras. Sementara itu, gabah petani lokal yang terserap mencapai 91,84 persen atau 430.152 ton dari target 468.394 ton.
“Proses penyerapan masih terus berlangsung, dan kami optimis target penyerapan hingga akhir Mei akan tercapai,” tambahnya.
Saat ini, stok beras yang tersedia di gudang BULOG Jawa Barat mencapai 519.437 ton. “Stok beras yang ada saat ini sangat aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jabar,” katanya.
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah menginstruksikan BULOG seluruh Indonesia untuk menyerap gabah petani dengan harga Rp6.500/kg. Langkah ini diambil demi kesejahteraan petani sekaligus menuju swasembada pangan tahun ini.
BULOG melakukan penyerapan gabah petani secara masif dengan dua pola, yakni melalui Satgas Bulog yang dinamakan Tim Jemput Gabah (TJG) dan melalui mitra Bulog. Untuk optimalisasi penyerapan, BULOG juga menjalin kerjasama dengan berbagai pihak seperti TNI, Dinas Pertanian, mitra tani, dan lain-lain.
