Memahami Lima Lokasi Miqat Bagi Jamaah Haji
BERITA TERBARU INDONESIA, Jamaah haji Indonesia gelombang I akan diberangkatkan dari Madinah menuju ke Makkah mulai Ahad (11/5/2025). Sebelum melanjutkan perjalanan ke Masjidil Haram untuk melaksanakan umrah, jamaah harus singgah di Bir Ali untuk mengambil miqat.
Miqat berarti lokasi atau waktu untuk memulai ihram. Terdapat dua jenis miqat, yakni miqat zamani dan miqat makani. Miqat zamani terkait dengan waktu-waktu untuk ihram, sedangkan miqat makani adalah lokasi permulaan ihram.
Secara harfiah, miqat adalah batas tempat seorang jamaah haji berihram sebelum memasuki Tanah Suci. Miqat merupakan pembatas antara Tanah Suci dan wilayah sekitarnya, dan jamaah haji atau umrah harus berihram sebelum memasuki Tanah Suci.
Miqat terbagi menjadi dua bagian: miqat zamani dan miqat makani. Miqat zamani terkait dengan waktu pelaksanaan haji. Dalam surah al-Baqarah ayat 189 disebutkan, ‘Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah, ‘Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji.’
Miqat makani, di sisi lain, berhubungan dengan lokasi. Rasulullah telah menetapkan empat lokasi miqat bagi jamaah haji untuk memulai ihram, berdasarkan hadis dari Ibnu Abbas RA yang menyatakan, ‘Bahwa Nabi SAW telah menentukan tempat permulaan ihram bagi penduduk Madinah di Dzulhulifah, bagi penduduk Syam di Juhfah, bagi penduduk Nejed di Qarnul Manazil, dan bagi penduduk Yaman di Yalamlam.’
Beliau bersabda, ‘Tempat-tempat itulah untuk penduduk mereka masing-masing dan untuk orang-orang yang datang dari tempat-tempat tersebut yang berniat untuk haji dan umrah. Bagi orang-orang yang tinggal di dalam daerah miqat, maka dia mulai ihram dari tempatnya, dan orang Makkah pun memulai ihramnya dari Makkah.’
Untuk penduduk Madinah, Rasulullah menetapkan Dzul Hulaifah yang sekarang dikenal sebagai Abyar Ali. Juhfah menjadi lokasi miqat bagi penduduk Syam (Suriah dan sekitarnya). Juhfah terletak di padang tak berpenghuni di dekat Rabigh. Berihram dari Rabigh dianggap berihram di miqat karena terletak sebelum Juhfah. Saat ini, desa Juhfah sudah tidak ada, sehingga Rabigh menjadi miqat bagi orang Suriah.
Bagi penduduk Nejed, miqat berada di Qarnul Manazil yang kini dikenal dengan as-Sail. Tempat ini terletak sekitar 94 km di sebelah timur Makkah atau sekitar 220 km dari Bandara King Abdul Aziz di Jeddah. Sementara bagi penduduk Yaman, miqat berada di Yalamlam, berjarak 93 km dari Makkah.
