Buah Ikonik Palestina yang Diabadikan dalam Alquran dan Dihindari Israel, Mengapa?
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Upaya perusakan yang dilakukan oleh pihak Israel bertujuan untuk menghapus warisan budaya Palestina, yang tidak hanya melekat di tanah yang diduduki, tetapi juga dalam ingatan generasi Palestina.
Setelah warga Palestina kehilangan sebagian besar wilayah, rumah, dan tanaman mereka dalam perang 1948, yang dikenal sebagai tahun bencana bagi Palestina, dan kehilangan simbol penting dari hasil bumi mereka, yakni jeruk, pohon lain yang memiliki makna hampir suci di hati warga Palestina telah mengalami agresi Israel sejak Perang 1967.
Pohon-pohon tersebut adalah pohon zaitun yang disebutkan dalam sumpah Allah SWT dalam surat at-Tin.
وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ
“Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun.” (QS at-Tin: 1).
Misi yang disengaja ini berupaya merusak pohon-pohon zaitun, yang telah berusia ribuan tahun dan menjadi cerminan sejarah kuno Palestina.
Hal ini membuat keluarga Palestina setiap hari berjuang melindungi ladang zaitun yang luas, karena nilai sejarah dan ekonominya yang tidak dapat dipungkiri atau dihentikan.
Ketika warga Palestina menghadapi ancaman kematian antara serangan udara dan invasi darat oleh tentara Israel, yang telah melancarkan serangan bersenjata ke Jalur Gaza sejak 7 Oktober lalu sebagai respons terhadap serangan Hamas ke posisi-posisi Israel, pohon-pohon tersebut mengalami nasib serupa dengan para penanamnya.
Mereka mengalami serangan dalam bentuk lain melalui pembuldoseran dan pencabutan dari ladang mereka, dan baru-baru ini pasukan Israel melanjutkan kampanye sistematisnya dengan mencabut pohon zaitun di kota Haris di Tepi Barat.
Di desa-desa pedalaman di daerah yang dikenal sebagai Sungai Litani selatan sejak 23 September, dengan fosfor dan peluru pembakarnya membakar area hutan dan pohon buah-buahan, terutama kebun zaitun yang tersebar luas di Lebanon selatan.
Hal ini mengakibatkan terbakarnya lebih dari 70 ribu pohon, menurut perkiraan pemerintah, dan bahkan menghalangi para pemilik kebun untuk menjangkau dan memetik buahnya dengan dalih menjaga keselamatan mereka.
Pada 5 November 2024 lalu, tepat saat musim panen dimulai, juru bicara militer Israel Avichai Adrai mengeluarkan peringatan kepada penduduk selatan, memberitahukan bahwa memanen zaitun dilarang.
