Kronologi Tenggelamnya Kapal Wisata di Bengkulu: Mesin Mati, Dihantam Ombak, Bocor hingga Karam
BERITA TERBARU INDONESIA, BENGKULU — Kapal wisata Tiga Putra yang berencana mengunjungi Pulau Tikus dari Kota Bengkulu tenggelam di perairan Pantai Malabero, Kota Bengkulu, pada Ahad (11/5/2025) pukul 16.00 WIB. Kapal tersebut membawa 104 penumpang yang terdiri dari 98 wisatawan, satu nahkoda, dan lima anak buah kapal (ABK).
Insiden ini dimulai ketika wisatawan tersebut dalam perjalanan pulang dari Pulau Tikus menuju Kota Bengkulu, dan mendapati kapal mengalami mesin mati di perairan laut Malabero. Setelah mesin mati, kapal dihantam oleh ombak kuat sehingga mengalami kebocoran dan akhirnya tenggelam.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa kecepatan angin di perairan Provinsi Bengkulu umumnya berembus dari barat daya ke timur laut dengan kecepatan antara dua hingga 20 knot. “Dengan adanya wilayah konvergensi dan belokan angin, potensi pertumbuhan awan hujan di perairan Bengkulu meningkat,” jelas Kasi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Pulau Baai Bengkulu Anang Anwar saat dihubungi via telepon di Kota Bengkulu, Senin.
Anang menyebutkan bahwa kondisi angin kencang di perairan Provinsi Bengkulu berpotensi menimbulkan gelombang tinggi hingga 2,5 meter di beberapa perairan, seperti bagian utara, selatan, dan Pulau Enggano dari Bengkulu. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat di Provinsi Bengkulu, khususnya di Kota Bengkulu, untuk waspada terhadap gelombang tinggi yang mungkin terjadi di perairan tersebut.
Kepala Satuan Intelijen Polres Kota Bengkulu AKP Freddy Triandy Hutabarat mengungkapkan bahwa tujuh orang meninggal dunia akibat kejadian ini. Saat ini, korban berada di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Bengkulu dan Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD) Kota Bengkulu. Mereka adalah Riska Nurjanah (28) dari Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, Ratna Kurniati (28) dari Kota Bengkulu, Tesya (20) dari Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, Nesya (27) dari Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Arva Richi Dekry (29) dari Kabupaten Padang Utara, Provinsi Sumatera Barat, serta Yunita dan Suantra dari Kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan.
“Data sementara menunjukkan tujuh korban meninggal, tetapi kami terus memperbarui informasi,” ujarnya.
Dari total 104 penumpang, 97 orang selamat, dengan 14 orang masih mendapatkan perawatan intensif di RS Bhayangkara Kota Bengkulu dan RSHD Kota Bengkulu, sementara sebagian besar lainnya telah dipulangkan. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, insiden ini bermula ketika kapal membawa wisatawan dari Pulau Tikus menuju Kota Bengkulu. Ketika mencapai perairan Pulau Malabero, kapal mengalami mesin mati dan kemudian dihantam ombak kuat, menyebabkan kebocoran hingga akhirnya tenggelam.
