Ingin Berkurban? Ketahui Makna Ibadah Idul Adha Ini
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Berkurban merupakan bagian dari ibadah dalam perayaan Idul Adha. Praktik ini berarti memberikan dan menyerahkan segala sesuatu yang dimiliki kepada Allah, Zat Yang Maha Memiliki segala sesuatu, sebagai bentuk pendekatan diri kepada-Nya.
Praktik kurban telah ada sejak zaman dahulu. Bahkan, fondasinya sudah ada sebelum masa Nabi Ibrahim AS, yakni dari kisah yang dialami anak Adam AS, Qabil dan Habil. Keduanya mempersembahkan kurban dan menyaksikan apakah usaha mereka diterima atau tidak oleh Allah.
Jadi, apa tujuan dari ibadah kurban menurut ajaran Islam?
KH Ahsin Sakho dalam buku Oase Alquran: Petunjuk dan Penyejuk Kehidupan menyatakan bahwa penyembelihan hewan kurban bukanlah tujuan akhir dalam ibadah ini. Allah tidak memerlukan daging atau darah dari hewan yang dikurbankan.
Yang diharapkan Allah setelah seseorang melaksanakan kurban, menurut Kiai Ahsin Sakho, adalah terciptanya hati yang penuh ketakwaan kepada-Nya. Ini akan berpengaruh pada seluruh aspek kehidupan orang yang berkurban. Inilah ajaran agama yang benar, hanif, dan diridhai Allah.
Dalam sejarah, ada praktik pengorbanan manusia. Ini pernah terjadi di Mesir dan Sudan sebagaimana dicatat oleh sejarawan. Peristiwa ‘penyembelihan’ Nabi Ismail adalah bentuk upaya untuk menghentikan pengorbanan manusia. Sebagai gantinya, Allah mengganti kebiasaan ini dengan sesuatu yang lebih bersifat sosial, yaitu hewan ternak seperti kambing, yang dagingnya kemudian dibagikan kepada masyarakat.
Kehadiran Islam tidak merombak kebiasaan yang buruk secara konfrontatif, melainkan menggantinya dengan tradisi yang lebih bermakna. Dahulu, bayi yang baru lahir rambutnya diolesi darah hewan persembahan kepada berhala, namun oleh Nabi diganti dengan minyak Za’faran berwarna merah dan harum.
