Pelatih PSM Ungkap Signifikansi Laga Tim Berisiko Degradasi Dipimpin Wasit Internasional
BERITA TERBARU INDONESIA, BANJAR — Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares, memberikan apresiasi terhadap kinerja wasit asing dalam memimpin pertandingan krusial yang melibatkan tim berisiko degradasi saat menghadapi Barito Putera di pekan ke-33 Liga 1 Indonesia di Stadion Demang Lehman Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Sabtu (17/5/2025). Pelatih asal Portugal tersebut memuji wasit Adham Mohammad Tumah Makhadmeh dari Yordania yang memimpin pertandingan tersebut dengan profesional.
PSM Makassar keluar sebagai pemenang dengan skor 4-1. Barito Putera tetap terjebak di posisi 16 klasemen, zona degradasi, dengan 31 poin dan hanya menyisakan satu pertandingan terakhir. Mereka bergantung pada hasil Semen Padang FC yang berada di posisi 16 dengan 32 poin dan masih memiliki dua laga tersisa. Sementara itu, PSM Makassar naik ke posisi 6 dengan 50 poin.
Bernardo Tavares menyebutkan dalam konferensi pers setelah pertandingan, bahwa ada perbedaan signifikan dalam cara wasit memimpin pertandingan. Ketika ada pemain yang mencoba mengulur waktu dengan berpura-pura cedera, wasit memberikan peringatan keras. Wasit juga berkomunikasi dengan asisten yang bertugas memeriksa Video Assistant Referee (VAR) untuk memastikan keputusan yang akurat.
“Ini adalah pertama kalinya PSM Makassar dipimpin oleh wasit asing, dan menurut saya dia sangat profesional,” ujar Bernardo. Dia menegaskan bahwa seharusnya wasit seperti ini sudah ada sejak lama. Meskipun timnya kalah, dia tetap mengapresiasi kinerja wasit tersebut.
Mengenai hasil pertandingan di markas Barito Putera, Bernardo mengakui bahwa lawan bermain cukup baik dengan banyak peluang tercipta. Meski sempat kesulitan di awal, PSM akhirnya mampu menciptakan lebih banyak peluang sepanjang 90 menit pertandingan.
PSM Makassar merespons agresivitas awal Barito dengan membenahi permainan dan berhasil mencetak empat gol di babak kedua. Namun, Bernardo mencatat bahwa kualitas lapangan di markas Barito Putera kurang baik, menyebabkan bola tidak memantul dengan sempurna.
Bernardo memberikan respek kepada kedua tim yang memberikan atmosfer pertandingan yang baik di hadapan ribuan penonton. “Pelajaran yang kami dapat adalah sikap pantang menyerah hingga akhir pertandingan. Mentalitas ini harus kami tunjukkan ke depannya,” ujar Bernardo.
Pemain PSM Makassar, Rasyid Bakri, bersyukur atas kemenangan 4-1, yang merupakan kemenangan pertama timnya di markas Barito Putera. “Barito Putera bermain bagus, tetapi kami berhasil mencuri kemenangan ini untuk para pendukung setia. Kami berharap pendukung memenuhi stadion saat menjamu Persita pekan depan,” kata Rasyid.
