Keutamaan Doa Nabi Yunus
BERITA TERBARU INDONESIA, ISTANBUL — Doa dan munajat Nabi Yunus AS dinyatakan oleh ulama asal Turki, Badiuzzaman Said Nursi, sebagai salah satu munajat yang paling agung dan memesona, serta menjadi salah satu cara paling efektif agar doa dikabulkan oleh Allah Swt.
Dalam karyanya yang berjudul Al-Lama’at, Said Nursi menceritakan bahwa Nabi Yunus dilemparkan ke laut, kemudian ditelan oleh ikan besar, dan mengalami ombak yang deras serta kegelapan malam yang pekat.
Nabi Yunus merasa panik dan takut. Harapannya tertutup, sehingga dengan penuh kerendahan hati, beliau memanjatkan doa yang lembut dan memohon belas kasihan:
لَا إِلَـٰهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Kemudian dia berdoa dalam kegelapan, ‘Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.’ (QS Al-anbiya [21]: 87)
Menurut Nursi, doa inilah yang menjadi sarana penyelamatan dan pembebasan Nabi Yunus dari situasi yang dialaminya. Rahasia besar dari munajat ini adalah bahwa dalam kondisi yang menakutkan tersebut, semua sebab materi sepenuhnya runtuh, sehingga tidak bisa mengubah atau mempengaruhi apapun.
Hal ini karena satu-satunya yang dapat menyelamatkan beliau dari situasi tersebut adalah yang memiliki kuasa atas ikan besar, lautan, malam, dan langit. Sebab, baik ikan besar, malam yang gelap, maupun lautan yang ganas telah ‘sepakat untuk menyerang’ beliau.
Dengan demikian, menurut Nursi, tidak ada satu sebab pun yang dapat menyelamatkan Nabi Yunus, tidak ada seorang pun yang dapat mengakhiri penderitaannya, dan tidak ada sesuatu pun yang dapat membawanya ke pantai keselamatan dengan aman, kecuali Dzat yang menguasai malam dan ikan besar berikut lautannya, serta Dzat yang dapat menundukkan segala sesuatu dengan perintah-Nya.
‘Meskipun dalam kondisi yang menakutkan tersebut semua makhluk membantu Nabi Yunus dan siap mematuhi beliau, hal itu tidak akan memberikan manfaat apapun baginya,’ jelas Nursi.
