Kebijakan Pendidikan Kurang Efektif, GTS: Perlu Adanya Ruang Dialektika di Sekolah
BERITA TERBARU INDONESIA, YOGYAKARTA — Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap 2 Mei, sekitar 90 pemuda dari Gerakan Turun Sekolah (GTS) berkumpul dan berdialog dengan lebih dari 600 siswa. Diskusi ini bertujuan untuk menyoroti pentingnya ruang dialektika dalam sistem pendidikan kita yang saat ini dinilai belum sepenuhnya menjawab kebutuhan siswa.
Para anggota GTS menekankan bahwa kebijakan pemerintah saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan pendidikan yang sesungguhnya dirasakan oleh para siswa. Mereka berpendapat bahwa adanya ruang untuk berdialog dan bertukar pikiran secara kritis di sekolah sangat penting agar siswa dapat mengembangkan kemampuan berpikir analitis dan kreatif.
Acara ini menjadi kesempatan bagi para siswa untuk menyampaikan aspirasi dan pandangan mereka mengenai sistem pendidikan di Indonesia. Hal ini diharapkan dapat mendorong perubahan kebijakan yang lebih baik dan lebih sesuai dengan kebutuhan generasi muda kita.
