Saran Islam untuk Saling Membantu
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Dalam pandangan Islam, saling membantu dalam hal kebaikan adalah tindakan yang sangat dianjurkan. Dalam Alquran, Allah SWT mengajak umat-Nya untuk bertakwa dan aktif memberikan pertolongan kepada sesama. “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa” (QS al-Maidah:2).
Seperti disebutkan dalam buku Tasawuf Sosial, Nabi Muhammad SAW juga mendorong amalan ini. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa berjalan untuk membantu saudaranya dan memberi manfaat, maka baginya pahala para pejuang di jalan Allah.”
- Kim Jong-un Pamerkan Korut Punya Rudal Udara ke Udara Baru
- Catatan Cak AT: Dokter-Dokter Tersedu di Meja Kasir Negara
- Teliti Energi Terbarukan, Periset Muda Surabaya Sabet Medali Emas ISRC 2025
Dalam hadis lain, beliau shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa menolong orang yang sangat membutuhkan, maka Allah mencatatnya sebanyak 73 ampunan. Satu ampunan memperbaiki semua urusannya, yang 72 lainnya (menaikkan) derajatnya pada Hari Kiamat” (HR. Bukhari dan Baihaqi).
Banyak hadis lain yang menekankan keutamaan sikap penolong. Nabi Muhammad SAW juga bersabda, “Barang siapa menyelesaikan urusan saudaranya yang Muslim, maka ia mendapat pahala seperti orang yang mengabdi kepada Allah seumur hidupnya” (HR Abi Na’im).
Membantu orang lain dapat memberikan kebahagiaan kepada pihak yang dibantu. Allah sangat menyukai perbuatan yang membawa kegembiraan di hati orang-orang beriman.
Nabi SAW menjelaskan, “Sesungguhnya amal yang paling dicintai Allah adalah memberikan kegembiraan di hati orang mukmin, menghilangkan kesusahan, membayar utang, atau memberi makan ketika lapar.”
Melaksanakan ibadah ritual tanpa dampak pada akhlak sosial bisa menjadi sia-sia. Bahkan, ada kemungkinan kualitas ibadah seperti itu justru membawa kerugian bagi pelakunya.
