Momen Mengharukan di Cannes 2025: Angelina Jolie Mengenang Jurnalis Gaza Fatima Hassouna
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Dalam festival film internasional Cannes 2025, aktris terkenal Angelina Jolie membawa pesan kemanusiaan. Saat penyerahan Trophee Chopard kepada bintang muda seperti Marie Colomb dan Finn Bennett, Jolie memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengenang dan menghormati para seniman, termasuk jurnalis Palestina Fatima Hassouna, yang telah kehilangan nyawa mereka di tengah konflik dunia.
Menurut laporan pada Kamis (22/5/2025), kehadiran Jolie di Cannes pada 19 Mei 2025 bukan hanya sekadar penampilan biasa. Ini adalah pernyataan mendalam tentang bagaimana sinema dapat menjadi alat untuk empati dan pemahaman, terutama di masa-masa sulit.
- Momen Ketika Jurnalis Gaza Mendapat Penghormatan Khusus di Cannes
- Drama Gaun di Cannes 2025, Aktris ‘Diusir’ karena Terlalu Seksi?
- Lebih dari 350 Sineas Kutuk Habis-habisan Israel Menjelang Festival Film Cannes
Dalam pidatonya, Jolie menyampaikan pandangannya tentang bagaimana sinema internasional mampu membawa penonton ke berbagai belahan dunia, ke dalam momen-momen pribadi, bahkan ke medan perang sekalipun. Baginya, ini adalah jembatan yang menghubungkan manusia dan membangun empati.
“Saya mencintai sinema internasional. Kita dibawa ke negeri lain, ke dalam momen-momen pribadi, bahkan di medan perang, kita terhubung dan kita berempati. Segala sesuatu yang memungkinkan sinema internasional lebih mudah diakses adalah hal yang perlu dan disambut baik,” kata Jolie.
Pidato Jolie tidak hanya berbicara tentang idealisme sinema. Ia dengan tegas menyoroti kenyataan suram yang dihadapi banyak seniman di seluruh dunia.
Dengan nada penuh kesadaran dan keprihatinan, Jolie melanjutkan, “Dan tidak ada di antara kita yang naif. Kita tahu bahwa banyak seniman di seluruh dunia kekurangan kebebasan dan keamanan untuk menceritakan kisah mereka, dan banyak yang telah kehilangan nyawa mereka seperti Fatima Hassouna, yang terbunuh di Gaza, Shaden Gardood yang terbunuh di Sudan, dan Victoria Amelina yang terbunuh di Ukraina, serta banyak seniman luar biasa lainnya yang seharusnya bersama kita sekarang,” ujarnya.
Penyebutan nama Fatima Hassouna secara khusus, seorang jurnalis yang tewas di Gaza, memiliki resonansi yang sangat kuat. Ini bukan hanya sekadar nama, melainkan pengakuan langsung terhadap risiko ekstrem yang dihadapi oleh jurnalis dan seniman di zona konflik.
Gaza, sebagai wilayah yang terus-menerus dilanda kekerasan, telah menjadi lokasi di mana banyak jurnalis dan pekerja media menjadi korban. Dengan menyebut nama Hassouna, Jolie secara implisit menyoroti dampak mengerikan dari konflik terhadap individu-individu yang berani menyuarakan kebenaran dan berbagi kisah dari garis depan.
Penghargaan khusus yang diberikan Jolie melalui pengenangan ini melampaui seremoni formal. Ini adalah bentuk solidaritas yang tulus dari seorang tokoh global dengan para seniman dan jurnalis yang berjuang, atau bahkan kehilangan nyawa, demi kebebasan berekspresi dan penyampaian informasi.
Ia menegaskan bahwa kematian mereka bukan hal yang bisa diabaikan, melainkan sebuah kerugian besar bagi kemanusiaan dan bagi kemampuan kolektif kita untuk memahami dunia. “Kita berutang budi kepada semua orang yang mempertaruhkan hidup mereka dan berbagi cerita serta pengalaman mereka, karena mereka telah membantu kita belajar dan berkembang,” ujar Jolie.
