INSA Usulkan Skema Pembiayaan Bunga Rendah untuk Industri Pelayaran Nasional
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Indonesian National Shipowners Association (DPP INSA) mengemukakan dukungan pembiayaan bagi pelaku usaha pelayaran nasional pada acara 1st Indonesia Maritime Week (IMW) 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, dari tanggal 26 hingga 28 Mei 2025. Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) INSA, Carmelita Hartoto, menyatakan inisiatif ini bertujuan untuk memperoleh dukungan pembiayaan yang memadai dari lembaga perbankan dan nonbank untuk pelayaran nasional.
“Isu pembiayaan ini akan dibahas secara mendalam pada IMW 2025 guna menemukan solusi skema pembiayaan yang tepat untuk industri pelayaran Indonesia saat ini,” ucap Carmelita dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Jumat (23/5/2025).
INSA, lanjut Carmelita, mengusulkan agar transportasi laut dikategorikan sebagai infrastruktur agar mendapatkan skema pembiayaan yang sama dengan infrastruktur lainnya seperti pelabuhan dan jalan tol. Dengan demikian, perbankan nasional diharapkan dapat memberikan dukungan pembiayaan dengan bunga rendah dan tenor panjang.
Carmelita menjelaskan bahwa pelayaran merupakan salah satu sektor strategis dengan lebih dari 90 persen perdagangan global melalui laut. Pelayaran adalah industri yang membutuhkan modal besar untuk operasional dan investasi jangka panjang.
“Modal kerja mencakup gaji awak kapal, layanan pelabuhan, pajak, dan biaya bahan bakar, sedangkan investasi jangka panjang termasuk pengadaan kapal,” ungkap Carmelita.
Carmelita mengungkapkan, perusahaan pelayaran umumnya memanfaatkan kredit perbankan dan nonbank untuk investasi kapal, namun kendala operasional membuat pelayaran dianggap berisiko tinggi.
Akibatnya, kredit untuk pengadaan kapal nasional masih dikenakan bunga hingga 14 persen dengan tenor sekitar lima tahun, jauh dibandingkan dengan pembiayaan industri pelayaran di negara lain yang hanya dikenakan bunga satu hingga dua persen dengan tenor mencapai 10 tahun.
“Kurangnya dukungan pembiayaan optimal ini membuat pelayaran nasional belum kompetitif,” tambah Carmelita.
Carmelita mengatakan, INSA bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menandatangani MoU untuk menyediakan alternatif pembiayaan bagi perusahaan pelayaran nasional dari pasar modal. Carmelita berharap ajang IMW 2025, yang merupakan inisiatif Kementerian Perhubungan, dapat menghasilkan gagasan baru yang implementatif untuk skema pembiayaan jangka panjang bagi pelayaran.
“IMW 2025 adalah konferensi dan pameran maritim terbesar dan paling bergengsi di Indonesia yang menyediakan platform strategis untuk mempromosikan industri maritim nasional di panggung global,” tutur Carmelita.
