Inter Gagal Pertahankan Gelar Serie A, Kini Berfokus Penuh pada Final Liga Champions
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Inter Milan mengalami kekecewaan setelah kehilangan gelar juara Serie A Italia pada hari terakhir. Asisten pelatih Massimiliano Farris menyebutkan bahwa Nerazzurri kini harus memusatkan perhatian sepenuhnya pada final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain (PSG).
Inter melakukan rotasi besar dalam skuad dan berhasil meraih kemenangan 2-0 di kandang Como pada Sabtu (24/5/2025) dini hari WIB. Juara bertahan musim lalu itu tidak mampu mempertahankan gelarnya karena Napoli dinyatakan sebagai pemenang Scudetto setelah menaklukkan Cagliari 2-0.
Farris, yang menggantikan pelatih kepala Simone Inzaghi yang sedang diskors, mengingatkan para pemain untuk segera fokus menghadapi final melawan PSG pada 1 Juni dini hari WIB.
“Suasana tim adalah suasana hati dari sebuah tim yang telah menjalankan tugasnya. Sayangnya, ini adalah perjalanan panjang, dan kami harus rela melepaskan gelar tersebut,” ujar Farris kepada wartawan.
“Namun, kami adalah olahragawan, dan kami memberikan selamat kepada Napoli. Tim mereka sangat kuat, dan kami berharap yang terbaik untuk mereka,” tambahnya.
“Sepak bola memberi kesempatan langsung untuk mengejar impian. Tahun ini, kami menjalani perjalanan Liga Champions yang luar biasa, dan hasrat serta tekad kami adalah untuk terus maju dan memenangkan trofi ini.”
Farris juga membela keputusan Inter untuk tidak menurunkan pemain kunci, termasuk penyerang Lautaro Martinez dan Marcus Thuram.
“Kami menurunkan tim yang kompetitif. Selamat kepada Como dan pelatih Cesc Fabregas atas usaha keras mereka. Tujuan kami adalah untuk tidak mengambil risiko terhadap pemain mana pun, rotasi telah direncanakan, dan itulah yang terjadi,” jelasnya.
“Kami yakin bisa mendapatkan hasil sambil menjaga para pemain dalam kondisi terbaik untuk final di Munchen.”
Farris juga menekankan kepercayaan diri di dalam skuad setelah musim yang penuh tantangan di mana mereka berhasil mengalahkan beberapa tim terbesar di Eropa.
“Saya pernah mengalaminya, Simone (Inzaghi) juga pernah, kami tahu seperti apa rasanya. Kita tidak boleh melupakan bahwa kami telah menghadapi City, Arsenal, Bayern Munchen, dan Barcelona musim ini,” imbuhnya.
“Kami akan terus berjuang apa pun yang terjadi. Kami memiliki pemimpin teknis yang akan memandu ruang ganti dalam upaya mewujudkan mimpi besar ini,” tutupnya.
