Korban Tewas Akibat Banjir Bandang di Texas Mencapai 43 Orang
BERITA TERBARU INDONESIA, TEXAS — Jumlah korban jiwa akibat banjir bandang di Kerr County, Texas, Amerika Serikat (AS) kini mencapai 43 orang, termasuk 15 anak-anak. Tim penyelamat terus berupaya mencari orang-orang yang masih belum ditemukan.
Otoritas setempat menyatakan bahwa jumlah korban bisa saja bertambah, mengingat banyak wilayah di sekitar Kerr County yang juga terdampak banjir.
Pihak berwenang di Travis County melaporkan bahwa banjir bandang di wilayah tersebut menewaskan empat orang dan 13 orang lainnya masih hilang. Kendall County juga melaporkan adanya korban jiwa akibat banjir. Beberapa media AS melaporkan total korban jiwa mencapai 52 orang.
Pada hari Sabtu (5/7/2024), lebih dari 850 orang berhasil diselamatkan, termasuk mereka yang bertahan dengan berpegangan pada dahan pohon setelah hujan deras dengan curah 15 inci mengguyur area sekitar Sungai Guadalupe, sekitar 140 kilometer barat laut San Antonio.
Manajer Kota Kerrville, Dalton Rice, menyatakan bahwa 27 anak perempuan yang mengikuti perkemahan musim panas di Camp Mystic masih belum ditemukan. Rice mengatakan belum ada kepastian mengenai jumlah orang yang hilang selain anak-anak dari perkemahan tersebut.
Bencana ini terjadi sangat cepat setelah hujan deras mengguyur pada Jumat pagi (4/7/2025), menyebabkan kenaikan permukaan air sungai hingga 9 meter. “Kami mengetahui air sungai naik, tetapi tidak menyangka akan setinggi itu,” ujar Hakim Kerr County, Rob Kelly.
Sheriff Kerr County, Larry Leitha, mengonfirmasi bahwa dari 17 korban jiwa, lima di antaranya adalah anak-anak. Namun, belum ada yang berhasil diidentifikasi.
Badan Cuaca Nasional AS mengumumkan bahwa keadaan darurat banjir bandang di Kerr County telah berakhir. Namun, peringatan banjir masih berlaku di area yang lebih luas hingga pukul 7 malam.
Pejabat lokal khawatir masih ada korban yang belum teridentifikasi. Wakil Gubernur Texas, Dan Patrick, mengatakan bahwa wilayah tersebut dipenuhi pengunjung yang merayakan Hari Kemerdekaan AS, sehingga menyulitkan proses evakuasi dan penyelamatan.
“Kami tidak tahu berapa banyak orang yang berada di tenda-tenda di tepi sungai, di trailer-trailer kecil, atau di rumah-rumah sewaan di pinggir sungai,” katanya dalam wawancara dengan Fox News Live.
