100 Rumah Terima Aliran Listrik dari PLTS Apung Bekas G20
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Bali I Made Harta Yasa mengungkapkan bahwa saat ini 100 rumah pelanggan telah mendapatkan aliran listrik dari PLTS apung di Waduk Muara Nusa Dua. Ia menjelaskan bahwa daya yang dihasilkan oleh panel surya di lokasi showcase G20 ini disalurkan ke jaringan PLN untuk kemudian mendukung pasokan listrik di rumah-rumah warga.
“Secara operasional, kondisinya normal, kami menyalurkan kurang lebih 100 kWp ke jaringan PLN, di mana 100 kWp ini kira-kira untuk 100 pelanggan,” ujar Made Harta, Selasa (20/5/2025).
Ia menambahkan bahwa PLTS dengan papan G20 yang telah ada sejak tahun 2022 ini tidak hanya sekadar menjadi tanda, tetapi manfaatnya terus dirasakan hingga saat ini.
Diperkirakan sekitar 100 rumah tangga dapat memanfaatkan listrik dengan dukungan daya dari PLTS apung ini. Selain itu, PLN juga melihat bahwa selama 3 tahun ini ekosistem air di Waduk Muara Nusa Dua mendapat dampak positif dari pemasangan 228 unit panel surya.
“Dampaknya justru bisa mengurangi pertumbuhan alga di dalam ekosistem laut. Selain itu, keberadaan PLTS ini juga mengundang burung, sehingga secara keseluruhan kami pastikan tidak ada dampak negatif,” ungkapnya.
Made Harta mengungkapkan bahwa PLTS apung G20 ini dapat beroperasi terus menerus berkat pemeliharaan yang rutin dilakukan, meskipun menghadapi berbagai tantangan seperti cuaca dan gangguan dari benda-benda seperti sampah atau hewan yang mungkin mengganggu panel surya.
Menurutnya, cuaca juga menjadi tantangan tersendiri, sebab saat musim hujan atau cuaca mendung, radiasi matahari yang diterima panel surya berkurang.
“Pemeliharaan dilakukan untuk memastikan panel-panel surya tetap bersih, sehingga radiasi matahari yang diterima oleh modul surya dapat dikonversi secara maksimal menjadi tenaga listrik dan disalurkan ke jaringan PLN,” jelasnya.
PLN melihat ada potensi untuk menambah panel surya guna meningkatkan hasil daya di Waduk Muara Nusa Dua. Made Harta juga menyatakan bahwa penggunaan PLTS apung adalah langkah tepat dalam pemanfaatan ruang yang tersedia.
Namun, hingga saat ini mereka masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat, karena sejak awal PLTS apung G20 ini dirancang sebagai bagian dari showcase mangrove yang dikunjungi oleh para kepala negara.
