517 Perusahaan di DAS Mendapat Pengawasan Intensif, KLH Meluncurkan PROPER Spesial
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meningkatkan pengawasan terhadap 517 perusahaan yang beroperasi di daerah aliran sungai (DAS) yang menjadi prioritas. Pengawasan ini dijalankan melalui Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Daerah Aliran Sungai (PROPER DAS) 2025.
Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK, Rasio Ridho Sani, menegaskan bahwa PROPER DAS bukan hanya alat pemeringkatan, tetapi juga instrumen penting dalam pengendalian pencemaran. “Ini bukan sekadar soal kepatuhan, tetapi juga menyangkut reputasi. PROPER memacu inovasi dan transparansi dalam pengelolaan lingkungan,” ujarnya dalam sosialisasi PROPER DAS di Jakarta, Selasa (6/5).
Acara yang dihadiri lebih dari 550 peserta secara daring dan luring ini melibatkan dinas lingkungan hidup dari DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Bali, serta pelaku usaha dari berbagai sektor.
PROPER DAS menilai perusahaan berdasarkan sejumlah kriteria, seperti pengelolaan air dan udara, limbah B3 dan non-B3, efisiensi sumber daya, konservasi keanekaragaman hayati, serta kesiapsiagaan bencana. Perusahaan akan diklasifikasikan dalam lima kategori: Hitam, Merah, Biru, Hijau, dan Emas.
KLHK menyatakan bahwa PROPER berdampak langsung terhadap citra dan peluang pendanaan perusahaan. Perusahaan dengan kinerja baik berpotensi mendapatkan pendanaan lebih terjangkau, sementara yang berkinerja buruk dapat menghadapi tekanan finansial hingga sanksi hukum.
Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air KLHK, Firdaus Alim Damopolii, menambahkan bahwa PROPER DAS menjadi sarana keterbukaan informasi publik. “Setiap perusahaan bisa dinilai secara objektif. Ini bagian dari transparansi dan akuntabilitas,” katanya.
Penilaian PROPER DAS akan difokuskan pada perusahaan di DAS Citarum, Ciliwung, Tukad Badung, dan Tukad Mati—wilayah yang saat ini mengalami tekanan berat akibat aktivitas industri, domestik, dan pertambangan.
KLHK berharap program ini dapat mendorong perusahaan untuk tidak hanya patuh, tetapi juga aktif mengembangkan sistem manajemen lingkungan yang inklusif dan berkelanjutan. “Kami mendorong kolaborasi lintas sektor untuk menjaga keberlanjutan sumber daya air dan mencegah degradasi ekosistem DAS,” ujar Firdaus.
KLHK juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berperan aktif membangun ekosistem industri yang bersih, sehat, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
