6 Bayi Korban Perdagangan Bayi ke Singapura Dirawat di Panti Asuhan Muhammadiyah Bandung
BERITA TERBARU INDONESIA, BANDUNG — Lima bayi yang menjadi korban perdagangan ke Singapura berhasil diselamatkan dan kini dirawat di Panti Asuhan Muhammadiyah, Bandung. Sementara satu bayi lainnya ditempatkan di lokasi penampungan yang berbeda.
Menurut Peri Sopian, Kepala Panti Asuhan Bayi Muhammadiyah Bandung, sebanyak lima bayi tersebut kini berada di bawah asuhan panti. Sementara itu, satu bayi lainnya ditempatkan di pengasuhan yang lain.
“Ada lima bayi, satu lainnya saya kurang tahu,” ujar Peri, Jumat (18/7/2025).
Peri menambahkan bahwa bayi-bayi tersebut tiba di Panti Asuhan pada Senin (14/7/2025) malam, dan semuanya berada dalam kondisi sehat.
“Semuanya sehat, karena di sini mereka juga diawasi oleh petugas kesehatan,” katanya.
Jika nantinya pengasuhan bayi-bayi tersebut akan dialihkan ke orang lain, harus mendapat persetujuan dari Kementerian Sosial, Pengurus Pusat Muhammadiyah, dan Polda Jawa Barat.
Jika ada orangtua yang mencari bayinya, penyerahan harus melalui izin Polda Jabar dan dilakukan asesmen terlebih dahulu, termasuk aspek psikologis dan ekonomi orangtua.
“Bisa diserahkan, tetapi dengan catatan kita bantu. Kita bantu susu dan lainnya, dan pastikan mereka siap secara psikologis,” ungkap Peri.
Peri menjelaskan bahwa sampai saat ini belum ada orangtua yang mencari bayinya. Usia bayi rata-rata adalah satu tahun.
Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat berhasil menangkap dalang sindikat perdagangan bayi ke Singapura, Lie Siu Luan alias Lily S alias Popo alias Ai, yang ditangkap di Bandara Soekarno Hatta.
“Benar, ditangkap di Bandara Soekarno Hatta,” ujar Direktur Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Pol Surawan, Jumat (18/7/2025).
Menurutnya, pelaku baru saja kembali dari bepergian dan tiba di Jakarta. Tim saat ini sedang dalam perjalanan untuk membawanya ke Bandung.
“Ia baru pulang ke Jakarta dan sedang dibawa ke Bandung,” katanya.
