Waskita Karya Selesaikan Penataan Kawasan Benteng Ambarawa
BERITA TERBARU INDONESIA, SEMARANG — PT Waskita Karya (Persero) baru-baru ini menyelesaikan proyek penataan Kawasan Benteng Ambarawa atau Benteng Fort Willem I. Saat ini, area tersebut siap menyambut wisatawan lokal dan internasional.
Kawasan ini juga menjadi destinasi wisata baru di Provinsi Jawa Tengah, tepatnya di Kabupaten Semarang. Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menjelaskan bahwa proyek penataan Kawasan Benteng Pendem Ambarawa Tahap I telah diselesaikan oleh perseroan sejak tahun lalu dan saat ini sedang dalam masa pemeliharaan.
“Ke depannya, kawasan yang terletak di belakang Gunung Ungaran ini akan dibuka untuk umum. Kami yakin proyek ini dapat menarik banyak pengunjung internasional ke Ambarawa,” ujar Ermy dalam pernyataan resminya, dikutip Selasa (10/6/2025).
Menurutnya, pengerjaan proyek benteng terbesar di Pulau Jawa yang dibangun pada abad ke-19 sebagai pertahanan utama sekaligus penjara kolonial dalam perang kemerdekaan ini tidaklah mudah. Hal ini karena harus menjaga keaslian struktur bangunannya. Selain itu, penguatan dengan lapisan pelindung juga dilakukan agar tidak mudah rusak dan ditumbuhi lumut.
“Dengan pengalaman Waskita Karya selama lebih dari 64 tahun dalam membangun berbagai infrastruktur, kami berhasil menyelesaikan proyek bersejarah ini tepat waktu dan berkualitas. Kami merasa sangat bangga dapat mengerjakan sekaligus membantu melestarikan situs cagar budaya di Jawa Tengah,” kata Ermy.
Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Semarang Nomor 432/0112/2021, Benteng Fort Willem I ditetapkan sebagai Situs Cagar Budaya Peringkat Kabupaten. Bangunan ini juga telah memenuhi definisi bangunan gedung cagar budaya berdasarkan PP 16 Tahun 2021.
Ermy menyebutkan bahwa lingkup pekerjaan proyek dengan nilai Rp152,5 miliar ini meliputi penyelamatan bangunan, pengembangan bangunan, serta penataan lanskap atau tata ruang di luar bangunan. Kawasan Benteng Pendem Ambarawa memiliki luas sekitar 27.286,38 meter persegi, dengan area parkir seluas 6.429,9 meter persegi dan area jalan akses seluas 5.873,4 meter persegi.
“Sejalan dengan pemerintah, diharapkan kawasan Benteng Fort Willem I tidak hanya bisa dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai sarana pendidikan tentang bangunan cagar budaya,” jelas dia.
Ermy menambahkan bahwa sebelumnya perseroan juga sukses membangun sejumlah proyek ikonik di Jawa Tengah, seperti Masjid Sheikh Zayed Solo dan Masjid Baiturrahman Semarang. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan bahwa setelah dilakukan penataan, diharapkan kawasan Benteng Pendem Ambarawa dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan atau edukasi tentang bangunan cagar budaya. Ia juga berharap lokasi ini bisa menjadi destinasi wisata bagi masyarakat.
