Kasus Malaria Meningkat Saat Musim Pancaroba Karena 8 Faktor Ini
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Risiko penyakit menular yang disebabkan oleh gigitan nyamuk, seperti malaria, meningkat selama musim pancaroba. Perubahan cuaca yang tak menentu, adanya genangan air sisa hujan, serta menurunnya kewaspadaan masyarakat merupakan kombinasi yang ideal untuk berkembangnya vektor penyakit ini.
Menurut dr Neha Rastogi, seorang konsultan penyakit infeksi di Fortis Hospital, peningkatan ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor lingkungan dan perilaku masyarakat selama peralihan musim. Berikut delapan faktor risiko penularan malaria selama pancaroba:
- Penyimpanan air yang tidak tepat: Banyak rumah tangga menyimpan air dalam ember atau drum. Jika tidak tertutup rapat, tempat ini menjadi lokasi ideal bagi nyamuk Anopheles untuk berkembang biak.
- Genangan air sisa hujan: Hujan ringan selama musim pancaroba sering meninggalkan genangan di jalan berlubang, proyek bangunan, atau saluran air yang tersumbat. Tempat-tempat ini sangat cocok untuk perkembangbiakan nyamuk.
- Cuaca mendukung perkembangbiakan nyamuk: Suhu hangat dan kelembapan tinggi mempercepat siklus hidup nyamuk dan mempercepat penularan malaria.
- Sampah dan lingkungan tak terurus: Tumpukan sampah, kaleng bekas, atau botol plastik yang menampung air dapat menjadi habitat nyamuk jika tidak segera dibersihkan.
- Peningkatan aktivitas luar ruangan saat sore: Menjelang musim kemarau, banyak orang beraktivitas di luar rumah saat sore dan malam hari, padahal nyamuk paling aktif pada waktu tersebut.
- Kurangnya penggunaan perlindungan pribadi: Banyak orang merasa tidak nyaman menggunakan kelambu atau pakaian panjang saat tidur, membuka peluang bagi nyamuk untuk menggigit.
- Bepergian ke daerah berisiko tinggi: Libur sekolah atau akhir pekan panjang sering dimanfaatkan untuk bepergian ke daerah pedesaan atau wilayah dengan tingkat malaria tinggi, meningkatkan risiko tertular tanpa perlindungan yang memadai.
- Kelompok rentan lebih mudah terinfeksi: Anak-anak, ibu hamil, dan lansia memiliki daya tahan tubuh yang lebih lemah, sehingga lebih berisiko mengalami komplikasi jika terinfeksi malaria.
