Vokalis Reality Club Tegas Dukung Palestina: Percayalah pada Apa yang Kamu Lihat, Katakan Ini Salah
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Vokalis Reality Club, Fathia Izzati, mengajak publik untuk tidak lagi berdiam diri melihat penderitaan warga Palestina akibat agresi Israel. Melalui unggahannya di media sosial dan partisipasinya dalam aksi solidaritas, Fathia mengajak semua orang untuk berani bersuara mengenai situasi di Palestina.
Fathia menyatakan bahwa ketakutan berbicara, kurangnya pemahaman sejarah, atau kebingungan atas fakta-fakta bukan alasan untuk berdiam diri. Menurutnya, apa yang terjadi di Gaza saat ini sudah cukup menjadi alasan kuat untuk menyatakan bahwa tindakan Israel salah.
- Chris Martin Coldplay di Konsernya: Saya Senang Lihat Bendera Palestina
- Musisi Hozier Serukan Kebebasan Palestina di Festival Musik Tahunan New York
- Ulasan Hi-Five: Film Superhero Receh Bikin Ngakak, Gas Tonton!
“Kamu perlu mendengarkan dan mempercayai mata kamu. Percaya pada apa yang kamu lihat. Semua gambar Gaza yang diratakan, bayi-bayi yang terkubur di bawah reruntuhan, kelaparan massal, biarkan itu cukup bagi kamu untuk dengan tegas mengatakan bahwa ini salah,” kata Fathia dalam unggahan di Instagram pribadinya, dikutip Rabu (11/6/2025).
Menurut Fathia, tindakan Israel terhadap warga Palestina tidak dapat dibenarkan dari sudut pandang apa pun. Baik secara kemanusiaan, moral, agama, lingkungan, maupun hukum internasional, semua tindakan tersebut dinilainya sebagai pelanggaran serius yang harus diberikan sanksi tegas terhadap Israel.
Ia juga menyoroti ketidakadilan perlakuan terhadap Israel yang dinilai kebal hukum, meskipun telah melakukan pelanggaran berat terhadap hukum internasional. “Kamu seharusnya marah karena tidak ada negara lain di dunia yang memiliki hak istimewa seperti Israel. Tidak ada negara yang dapat melakukan kejahatan berat, genosida, kejahatan kemanusiaan, kejahatan perang, semuanya pada saat yang sama dan lolos begitu saja dengan berpura-pura menjadi korban,” kata Fathia.
Fathia kemudian menyinggung kapal bantuan kemanusiaan Madleen yang dicegat oleh otoritas Israel. Kapal tersebut membawa pasokan makanan dan susu untuk warga Palestina yang dilaporkan mengalami kelaparan ekstrem akibat blokade ketat oleh Israel. Ia pun mengingatkan publik untuk tidak tertipu oleh citra bantuan simbolik dari Israel yang disebutnya sebagai bagian dari propaganda.
“Intinya, kamu tidak harus kembali ke deklarasi Balfour, perang dunia II, intifada pertama atau bahkan 7 Oktober untuk memiliki sikap. Percayalah pada apa yang kamu lihat dengan mata kepala kamu sendiri sekarang ini. Sanction Israel dan #FreePalestine,” kata Fathia.
Tak hanya bersuara secara daring, Fathia juga terjun langsung dalam aksi solidaritas. Ia terlihat mengikuti unjuk rasa bersama sejumlah aktivis dari Humanity Youth di depan kantor Kedutaan Besar Prancis, Jerman, Brasil, Swedia, dan Inggris di Jakarta. Aksi ini meminta negara-negara tersebut agar menggunakan pengaruh diplomatik mereka untuk menekan Israel membebaskan beberapa aktivis Madleen yang masih ditahan, dan menghentikan genosida yang berlangsung di Palestina.
