5 Rumah di Cirebon Digerebek, Ratusan Botol Miras Disita
BERITA TERBARU INDONESIA, CIREBON — Tim Sat Res Narkoba Polresta Cirebon berhasil menggerebek lima rumah di Kabupaten Cirebon yang digunakan sebagai tempat penyimpanan dan penjualan minuman keras (miras).
Penggerebekan ini dipimpin oleh AKP Heri Nurcahyo, Kasat Resnarkoba Polresta Cirebon. Petugas menyusuri beberapa lokasi di Kecamatan Gebang dan Pabuaran, Kabupaten Cirebon, dan menemukan lima rumah warga yang dijadikan sarang miras.
Dari penggerebekan di lima rumah tersebut, tim berhasil menyita total 332 botol miras, termasuk 14 botol miras pabrikan, 12 botol ciu, dan 25 liter tuak. Rumah yang dijadikan tempat penyimpanan dan penjualan ilegal tersebut antara lain milik R dan Y di Kecamatan Gebang, serta rumah O, W, dan S di Kecamatan Pabuaran.
Selama operasi, petugas juga melakukan pendataan dan interogasi terhadap pemilik barang bukti. Para pemilik miras diminta menandatangani surat pernyataan untuk tidak lagi menjual minuman keras tanpa izin. Selain itu, petugas memberikan penyuluhan mengenai bahaya konsumsi alkohol bagi kesehatan dan dampaknya terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Sementara itu, Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polresta Cirebon dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mengedarkan atau mengonsumsi miras karena dapat memicu tindakan kriminal dan merusak moral generasi muda.
“Kami akan terus melakukan razia miras secara berkelanjutan sebagai bentuk penegakan hukum dan upaya perlindungan masyarakat,” tegasnya pada Minggu (15/6/2025).
Kapolresta Cirebon juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari peredaran miras. Warga yang mengetahui praktik jual beli miras ilegal diminta untuk segera melapor melalui layanan Call Center 110 atau WhatsApp 08112497497.
“Sinergi antara masyarakat dan kepolisian sangat penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif,” tambah Sumarni.
