Tidak Kalah dari Hollywood! Ini Film Laga Non-Amerika Terbaik, Termasuk dari Indonesia
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Film action atau laga terbaik tidak selalu berasal dari Hollywood. Banyak karya dari luar Amerika Serikat yang tidak hanya menampilkan aksi menegangkan, tetapi juga memperkaya genre ini dengan gaya bertarung khas, lokasi unik, serta cerita yang mendalam.
Dari samurai Jepang hingga aksi brutal di lorong-lorong apartemen Jakarta, film-film ini dinilai mampu menyaingi film aksi produksi Hollywood. Berikut deretan film aksi non-Amerika terbaik sepanjang masa:
- Film Besar Butuh Visi Besar, Apa Selanjutnya Setelah Jumbo?
- Film Warkop DKI Kartun Rilis Trailer, Seperti Apa Wujud Dono, Kasino, Indro dalam Bentuk Animasi?
- Kronologi Meninggalnya Musisi Gustiwiw, Ditemukan Tak Sadarkan Diri Setelah Jatuh di Kamar Mandi
1. Seven Samurai (1954) – Jepang
Film karya sutradara legendaris Akira Kurosawa ini tidak hanya menjadi film aksi klasik, tetapi juga salah satu film terbaik sepanjang masa. Seven Samurai menceritakan sebuah desa kecil yang menyadari akan diserang oleh gerombolan bandit. Mereka kemudian menyewa tujuh ronin (samurai tanpa tuan) untuk melindungi mereka.
Film ini bukan hanya pelopor dalam genre aksi, tetapi juga memiliki pengaruh besar terhadap sinema global. Hollywood bahkan mengadaptasinya menjadi The Magnificent Seven, mengganti samurai dengan koboi. Dengan skor sempurna 100 persen di Rotten Tomatoes, film ini adalah landasan penting dalam sejarah film aksi dunia.
2. Hard Boiled (1992) – Hong Kong
Dikenal sebagai salah satu film aksi paling intens dan berpengaruh, Hard Boiled adalah karya terbaik dari John Woo. Film ini dibintangi oleh Chow Yun-fat sebagai seorang polisi tangguh yang bersekutu dengan detektif rahasia (diperankan Tony Leung) untuk menjatuhkan sindikat perdagangan senjata.
Cerita bukanlah fokus utama dalam film ini, melainkan koreografi aksi yang luar biasa. Adegan-adegan seperti baku tembak hingga pertempuran di rumah sakit menjadi tolok ukur sinema aksi dunia. Adegan di rumah sakit bahkan dibuat dalam satu pengambilan panjang yang menyerupai level video game, teknik yang kemudian banyak ditiru, tapi jarang ada yang mampu menandinginya.
