Mengubah Sampah Menjadi Manfaat: Rumah Zakat Ajak Komunitas Probolinggo Daur Ulang Galon Plastik
BERITA TERBARU INDONESIA, PROBOLINGGO — Rumah Zakat kembali hadir untuk memberikan bimbingan rutin kepada para relawan Destana Rumah Zakat di Kelurahan Mangunharjo dengan tema ‘Mengubah Sampah Jadi Manfaat’. Tema ini dipilih sejalan dengan isu perubahan iklim dan sebagai langkah nyata dalam mengurangi risiko bencana yang berfokus pada komunitas.
Bekerjasama dengan Forum Masyarakat Peduli Sungai (FORMALIS), Rumah Zakat mengadakan sosialisasi dan edukasi mengenai kebencanaan serta kepedulian lingkungan dengan cara mendaur ulang galon minuman bekas menjadi barang yang lebih berguna.
Acara ini digelar pada hari Minggu, (15/6/2025), berlokasi di lingkungan RW 16 Mangunharjo, Probolinggo. Acara peningkatan kapasitas ini dihadiri oleh 60 peserta.
Dalam kegiatan ini, relawan Rumah Zakat mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan, termasuk dalam pengelolaan sampah rumah tangga yang biasanya dibuang ke sungai. Para ibu juga didorong untuk aktif mengelola sampah di rumah dengan membentuk manajemen pengelolaan sampah di lingkungan RW 16.
“Membahas lingkungan harus dimulai dari rumah kita sendiri. Jika lingkungan rumah bersih, maka lingkungan kita juga akan bersih. Hal ini akan mempengaruhi pola hidup sehat dengan tidak membuang sampah sembarangan,” ujar Lurah Mangunharjo.
Abdurrohman, Ketua Forum Masyarakat Peduli Sungai, juga mengajak masyarakat untuk memilah sampah di rumah masing-masing.
“Mari ibu-ibu, kita mulai peduli dengan memilah sampah dari rumah, karena dengan memilah sampah kita dapat meningkatkan perekonomian keluarga. Kegiatan ini bisa dilakukan di waktu luang dan memiliki nilai ekonomis. Coba cek di toko online, berapa harga barang olahan dari barang bekas tersebut,” kata Abdurrohman.
Dengan sosialisasi ini, Rumah Zakat berharap lebih banyak warga yang dapat berkarya dan semakin banyak ilmu yang didapatkan.
“Terima kasih kepada Rumah Zakat yang berperan aktif dalam isu lingkungan di Kelurahan Mangunharjo,” ujar Lurah Mangunharjo.
