Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Berita
  • Krisis Keanekaragaman Hayati Akibat Depopulasi di Jepang
  • Berita

Krisis Keanekaragaman Hayati Akibat Depopulasi di Jepang

Siti Nurhaliza Juni 19, 2025
depopulasi-jepang-picu-krisis-keanekaragaman-hayati

Krisis Keanekaragaman Hayati Akibat Depopulasi di Jepang

BERITA TERBARU INDONESIA, TOKYO — Penurunan jumlah penduduk di daerah pedesaan Jepang memberikan dampak besar pada kehilangan keanekaragaman hayati. Penemuan ini berasal dari studi terkini yang diterbitkan di jurnal Nature Sustainability.

Penelitian yang dilakukan oleh University of Sheffield, Tokyo City University, dan Kindai University mengungkap bahwa lahan-lahan yang ditinggalkan akibat berkurangnya populasi tidak otomatis pulih secara ekologis tanpa bantuan. Sebaliknya, lanskap tersebut justru mengalami penurunan kualitas jika tidak dikelola dengan baik.

Para peneliti menekankan pentingnya kebijakan yang menyeimbangkan antara pemulihan ekosistem dan pertumbuhan ekonomi. Jepang diidentifikasi sebagai ‘Negara Pelopor Depopulasi’ di kawasan Asia Timur, sebuah tren yang juga mulai tampak di Korea Selatan dan Cina.

Menurut Dosen Sastra Jepang dari University of Sheffield, Peter Matanle, “Jepang adalah salah satu dari banyak negara yang mengalami penurunan populasi secara panjang,” kata Matanle pada Rabu (18/6/2025).

Matanle menambahkan, “Kami menemukan bahwa keanekaragaman hayati tidak meningkat seiring dengan penurunan populasi. Ini menunjukkan dampak yang serupa dapat terjadi di bagian dunia lainnya.”

Matanle mengidentifikasi Italia sebagai DVC untuk Eropa Selatan, serta Bulgaria dan Latvia sebagai DVC di Eropa Timur. Tim peneliti berencana memperluas studi mereka ke Eropa dan Amerika Latin.

Studi ini mengkaji data populasi, penggunaan lahan, dan suhu dari daerah pedesaan di seluruh Jepang. Data tersebut kemudian dibandingkan dengan kondisi populasi 464 spesies burung, kupu-kupu, kunang-kunang, katak, serta 2.922 jenis tumbuhan lokal dan non-lokal dari tahun 2004 hingga 2021.

Sejumlah 1,5 juta titik data dikumpulkan dari ilmuwan warga di seluruh Jepang yang mencatat keberadaan organisme di wilayah mereka. Hasilnya menunjukkan bahwa baik penurunan maupun peningkatan jumlah penduduk sama-sama berdampak buruk pada keanekaragaman hayati.

Para peneliti menyimpulkan bahwa kehilangan biodiversitas lebih banyak disebabkan oleh perubahan pola penggunaan lahan, baik karena urbanisasi, pengabaian, maupun intensifikasi pertanian.

“Keanekaragaman hayati di Jepang selalu didukung oleh praktik mata pencaharian tradisional di pedesaan seperti pertanian padi, pengelolaan hutan dan tanah, serta pemeliharaan lanskap pedesaan,” ungkap Ken Uchida, dosen Tokyo City University.

Ken menambahkan bahwa praktik-praktik tersebut telah membentuk dan menjaga kekayaan ekologi Jepang selama berabad-abad. Namun ketika populasi menurun, intervensi manusia menjadi tidak merata, sehingga mempercepat degradasi lingkungan.

“Pola perubahan yang tidak merata ini menghasilkan lanskap mosaik yang mempercepat degradasi lingkungan pedesaan dan merusak keanekaragaman hayati yang didukungnya,” jelas Ken.

Ia menekankan bahwa studi ini dapat menjadi pelajaran penting bagi negara-negara lain di Asia Timur yang tengah menghadapi tren serupa. “(Penelitian ini) juga menambah pengetahuan tentang dampak depopulasi manusia di seluruh dunia,” katanya.

Continue Reading

Previous: Dokter Anak Peringatkan Risiko Camilan Manis bagi Anak-anak
Next: Kejagung Klarifikasi Wilmar: Rp11,8 Triliun yang Disita Bukan Dana Jaminan

Related News

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.