Polda Metro Jaya Anjurkan Masyarakat Hindari Monas atau Bekerja dari Rumah Besok
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyarankan masyarakat untuk tidak melewati jalan menuju Monumen Nasional (Monas). Anjuran ini dikeluarkan terkait peringatan Hari Bhayangkara ke-79 pada Selasa (1/7/2025).
“Kami mohon izin menginformasikan, sekaligus menyarankan agar pada hari Selasa, 1 Juli 2025 mulai pagi hingga sore, masyarakat menghindari jalan-jalan menuju Monas di Jakarta Pusat, karena kemungkinan akan terjadi kepadatan lalu lintas,” ujar Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Komarudin dalam keterangannya di Jakarta, Senin (30/6/2025).
- Fadli Zon Sebut Indonesia Layak Klaim Sebagai Peradaban Tertua di Dunia, Ini Argumennya
- Pemerintah Berkilah Putusan MK Tidak Sebut ‘Sekolah Gratis’ untuk Swasta, Ini Penjelasan Hakim MK
- Mendikdasmen Sebut 20 Persen Anak Jenjang SLTA Putus Sekolah, Ini 4 Penyebab Terbanyak
Komarudin menjelaskan, jalan-jalan tersebut meliputi Jalan Sudirman-Thamrin, Jalan Tomang-Harmoni, Jalan Juanda-Veteran, Kawasan Lapangan Banteng, Kawasan Tugu Tani, Jalan Gunung Sahari, Jalan Benyamin Sueb, dan jalan di sekitar Monas atau Jalan Medan Merdeka. Ia juga menyebutkan bahwa rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara situasional.
“Situasional, mungkin tengah malam nanti karena informasi yang kami dapat, ada masyarakat dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat yang akan datang ke Monas,” ujar Komarudin.
Mengenai surat pemberitahuan bekerja dari rumah atau work from home (WFH), Komarudin menyebutkan bahwa Polri telah menerbitkan surat tersebut. “Surat sudah dikeluarkan, saya sudah melihat suratnya. Kami memberikan imbauan dari panitia pusat, dari panitia pusat Mabes Polri sudah bersurat ke kantor-kantor, mungkin bisa khusus di hari itu untuk menghindari kepadatan. Jadi bisa WFH agar seluruh aktivitas tetap berjalan,” katanya.
Sebelumnya, Polri menurunkan 5.800 personel gabungan untuk mengamankan upacara Hari Bhayangkara Ke-79 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Selasa, 1 Juli 2025. “Cukup banyak, hampir sekitar 5.800 personel. Ada yang di jalur, ada yang di tol, ada yang di lokasi utama. Banyak sekali titik yang harus diamankan,” kata Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (28/6).
Irjen Agus mengatakan bahwa pengamanan akan diperkuat dengan keberadaan posko gabungan, mengingat upacara tersebut akan dihadiri langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Posko gabungan itu, katanya, akan bertugas mengendalikan arus informasi dan komunikasi di lapangan, khususnya terkait pergerakan lalu lintas dan titik parkir tamu undangan.
“Dengan dihadiri Presiden Prabowo Subianto, pengamanan tentu harus maksimal,” ujar Kakorlantas Polri.
