Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Berita
  • Dedi Mulyadi Klaim Kota Cirebon Berumur 43 Tahun, Ini Tanggapan Budayawan: Sudah Baca Sejarah?
  • Berita

Dedi Mulyadi Klaim Kota Cirebon Berumur 43 Tahun, Ini Tanggapan Budayawan: Sudah Baca Sejarah?

Maya Lestari Juni 30, 2025
dedi-mulyadi-sebut-umur-kota-cirebon-43-tahun-ini-reaksi-budayawan-baca-sejarah-gak

Dedi Mulyadi Klaim Kota Cirebon Berumur 43 Tahun, Ini Tanggapan Budayawan: Sudah Baca Sejarah?

BERITA TERBARU INDONESIA, CIREBON — Kota Cirebon baru-baru ini merayakan Hari Jadi Cirebon yang ke-598, bertepatan dengan 1 Muharam 1447 atau Jumat (27/6/2025). Beragam acara diadakan, termasuk Rapat Paripurna DPRD Kota Cirebon dalam rangka memperingati Hari Jadi Cirebon ke-598, yang berlangsung pada Sabtu (28/6/2025).

Dalam rapat tersebut, hadir pula Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dalam pidatonya, ia menyatakan bahwa usia Kota Cirebon baru 43 tahun. “Yang ke-598 itu bukan ulang tahun Kota Cirebon, melainkan Cirebon. Kalau Kota Cirebon sendiri baru berusia 43 tahun. Jadi ini ulang tahun Kota Cirebon yang ke-43 dan Kacirebonan yang ke-598. Administrasinya sudah jelas,” ungkap gubernur yang akrab disapa KDM itu.

Pernyataan Dedi tersebut mendapat perhatian dari budayawan Kota Cirebon, Jajat Sudrajat. Ia menyesalkan ucapan gubernur yang dinilainya kurang memahami sejarah Kota Cirebon. “Saya menyesalkan pernyataan gubernur di Paripurna kemarin. Kok tidak mempertimbangkan jasa leluhur. Ini sudah menyangkut sejarah, marwah, harga diri, dan adat Kota Cirebon,” kata Jajat pada Senin (30/6/2025).

Jajat menjelaskan, peringatan setiap 1 Muharam memang adalah Hari Jadi Cirebon, yang kini memasuki usia ke-598. Oleh karena itu, dalam setiap perayaan ulang tahun, yang dibacakan adalah Babad Cirebon, bukan Babad Kota Cirebon.

Menurut Jajat, berdasarkan besluit atau surat keputusan dari gubernur jenderal Belanda, disebutkan bahwa Walikota Cirebon pertama diangkat pada 1920 dengan nama JH Johan. Artinya, Kota Cirebon berdiri pada 1920 sehingga usianya sekarang 105 tahun, bukan 43 tahun. “Gubernur (KDM) sudah baca sejarah Cirebon belum?” tanyanya.

Penunjukkan walikota pertama Cirebon dimulai dengan pembentukan Dewan Kota pada 1 April 1906. Dewan Kota tersebut berfungsi untuk menata infrastruktur kota besar, yang kala itu adalah Cirebon.

Setelah Indonesia merdeka pada 1946, muncul wacana menjadikan Cirebon sebagai Daerah Istimewa seperti Aceh dan Yogyakarta. Namun, karena Kesultanan Cirebon saat itu tidak memiliki kekuatan politik, maka Cirebon ditetapkan sebagai kotapraja pada 1957.

Pada 1960, dengan hadirnya UU Pertanahan Nomor 5/1960, tanah-tanah eks Kesultanan Cirebon diambil alih oleh pemerintah. Pada 1969, ada perubahan nomenklatur untuk desa-desa di Kota Cirebon yang diubah menjadi lingkungan. “Jadi kepala desa diubah menjadi kepala lingkungan,” jelas Jajat.

Jajat menambahkan, pada 1982, kepala lingkungan diubah menjadi lurah yang memimpin kelurahan. Pada tahun yang sama, Rukun Kampung (RK) diubah menjadi Rukun Warga (RW). “Tampaknya perhitungan tahun 1982 ini yang digunakan oleh KDM untuk menghitung umur Kota Cirebon. Artinya, dia mengacu pada perubahan nomenklatur dari kepala lingkungan menjadi lurah, dan RK menjadi RW. Padahal jelas bahwa JH Johan diangkat sebagai walikota Cirebon pertama pada 1920,” tegas Jajat.

Saat Rapat Paripurna Hari Jadi Cirebon ke-598, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi juga mengapresiasi jajaran Pemkot Cirebon atas kerja keras dan semangat dalam membangun kota. “Terima kasih Pak Wali, Bu Wakil, Pak Sekda, jajaran forkopimda, instansi vertikal, perangkat daerah, dan warga Kota Cirebon yang telah bekerjasama membangun kota ini,” ujarnya.

Gubernur juga mengingatkan pentingnya penataan ruang kota, pengendalian banjir, dan pelestarian budaya. “Jalan-jalan kota harus bagus, tanam banyak pohon, di halaman rumah juga bisa. Bangun kota dengan arsitektur yang berkarakter,” kata Dedi.

Gubernur menekankan penataan gapura, gang, dan kawasan permukiman sebagai cerminan identitas kota yang tertib dan harmonis. Ia mengajak seluruh elemen pemerintah untuk menjawab keluhan masyarakat dengan tindakan nyata, karena kehadiran negara seharusnya menjamin kesejahteraan rakyat.

Continue Reading

Previous: Jenazah Juliana Maris, Korban Jatuh di Rinjani, Akan Dipulangkan ke Brasil Malam Ini
Next: Menlu RI: Pengiriman 10 Ribu Ton Beras untuk Gaza Tertunda

Related News

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.