Menlu RI: Pengiriman 10 Ribu Ton Beras untuk Gaza Tertunda
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan pengiriman 10 ribu ton beras dari Indonesia ke warga Palestina mengalami hambatan akibat akses masuk bantuan kemanusiaan ke daerah tersebut sangat terbatas. Hal ini disampaikan Sugiono saat rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (30/6/2026).
“Pengiriman akan dilakukan segera, namun kendalanya adalah jalur masuk untuk bantuan kemanusiaan yang sangat terbatas. Sudah beberapa kali disampaikan bahwa jalan harus dibuka seluas-luasnya untuk bantuan ini karena ini adalah isu kemanusiaan,” ujar Sugiono.
Menlu menekankan bahwa pangan seharusnya tidak dijadikan alat dalam konflik. Kondisi di Jalur Gaza mendesak akan bantuan kemanusiaan.
Sugiono menegaskan bahwa Indonesia tetap konsisten dalam perjuangannya mendukung kemerdekaan Palestina karena hal itu adalah amanat konstitusi yang wajib dijalankan.
Sejak 2023, Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk mendukung kemerdekaan Palestina. Beberapa di antaranya adalah menjadi co-chair bersama Italia dalam pembahasan isu keamanan untuk Palestina, dan turut menjadi co-sponsor resolusi PBB terkait kondisi Gaza untuk menggalang dukungan dari berbagai negara agar mengakui kemerdekaan Palestina.
“Indonesia juga telah meningkatkan kontribusi tahunan kepada UNRWA, dengan peningkatan hingga 600 persen dari 200 ribu dolar AS (sekitar Rp3,2 miliar) menjadi 1,2 juta dolar AS (sekitar Rp19 miliar) pada 2024, serta terus mendukung UNRWA di berbagai forum PBB,” ucapnya.
Selain itu, Indonesia giat mendorong pembiayaan inovatif melalui kerja sama antara UNRWA dan lembaga-lembaga zakat di Indonesia, seperti MoU antara Baznas dan UNRWA terkait komitmen pendanaan pada 15 Januari 2025.
Sugiono berharap kerja sama Baznas dengan badan PBB tersebut dapat terus berlanjut.
