Jangan Biarkan Tetangga Kelaparan
BERITA TERBARU INDONESIA, MAKKAH — Nabi Muhammad SAW tidak menganggap seseorang yang mengabaikan tetangganya yang kelaparan sebagai orang yang beriman kepadanya.
Kepedulian sosial Rasulullah SAW berasal dari dirinya sendiri dan bimbingan langsung Allah SWT. Sehingga, tidak mengherankan jika orang-orang yang berada di dekat Rasulullah selalu mendapatkan keberkahan, baik secara spiritual maupun material.
Dalam buku Harta Nabi karya Abdul Fattah As-Samman dijelaskan bahwa Rasulullah memberikan kelimpahan anugerah kepada para sahabatnya, di mana mereka dapat hidup berkecukupan karena keberkahan yang tercurah kepada Rasulullah SAW dari Allah SWT.
Dalam hadis riwayat Imam Bukhari, Rasulullah SAW bersabda: “Wahai kaum Anshar, bukankah aku mendapati kalian tersesat lalu Allah memberikan petunjuk kepada kalian karenaku? Kalian dahulu tercerai-berai hingga Allah berkenan mempersatukan kalian karenaku. Kalian dahulu menderita hingga Allah berkenan memberikan kemakmuran kepada kalian karenaku.”
Kenapa banyak sahabat Rasulullah yang mendapatkan kemakmuran? Jika kita melihat kebijakan-kebijakan Rasulullah, kita dapat mengetahui bahwa beliau sangat menegakkan syariat dan berfokus pada pemenuhan kebutuhan orang-orang fakir.
Oleh karena itu, Rasulullah mengharuskan adanya alokasi khusus dengan jumlah tertentu dari harta orang-orang kaya. Rasulullah dalam hadis riwayat Imam Bukhari bersabda: “Zakat yang diambil dari orang-orang kaya di antara mereka lalu didistribusikan kembali kepada kaum miskin di antara mereka.”
Dengan kebijakan seperti ini, tentunya hal ini efektif untuk mendorong kalangan kaya dan berpunya untuk berinfak. Kelompok masyarakat kelas menengah cenderung membelanjakan segala sesuatu yang diterimanya sehingga berpotensi memacu perputaran ekonomi secara kompleks.
Karena itu, Rasulullah menjadikan masyarakat kuat, terjamin, dan terdorong untuk memerangi kekafiran serta membantu mereka. Dalam hal ini, Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah beriman kepadaku orang yang kenyang semalaman sedangkan tetangganya kelaparan di sampingnya, padahal ia mengetahuinya.” (HR At-Thabrani).
Syekh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi, dalam bukunya yang berjudul Minhajul Muslim menyebutkan, orang Islam meyakini bahwa tetangga memiliki hak-hak atas dirinya. Di antaranya adalah berbuat baik kepada tetangganya. Seperti menolongnya jika ia meminta pertolongan, membantunya jika ia meminta bantuan, menjenguknya jika ia sakit, menghiburnya jika ia mendapat musibah, mengucapkan selamat jika ia bahagia, dan sebagainya.
Hal ini sebagaimana sabda Nabi: “Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berbuat baik kepada tetangganya.” (HR Bukhari).
Sabda Nabi kepada Abu Dzar RA (Sahabat Nabi): “Hai Abu Dzar, jika engkau memasak kuah, maka perbanyaklah airnya, kemudian berikan kepada tetanggamu.” (HR Bukhari).
