DHL dan BCA Kerja Sama untuk Kurangi Emisi Logistik Global
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — DHL Express Indonesia dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) telah mengumumkan sebuah kemitraan strategis untuk mengurangi jejak karbon dari operasional logistik mereka. Kolaborasi ini menggunakan layanan GoGreen Plus dari DHL Express yang difokuskan untuk pengurangan emisi pada pengiriman udara internasional.
Kedua perusahaan menegaskan komitmen mereka terhadap keberlanjutan. Kerja sama ini merupakan langkah konkret bagi BCA dalam mencapai target keberlanjutan, khususnya untuk mengurangi emisi karbon dari aktivitas operasionalnya.
- Menkop: Kopdes Dapat Pinjaman Modal Kalau Sudah Terbukti Untung
- Kapal Terbalik di Mentawai, Seluruh Penumpang Selamat dan Sudah Dievakuasi
- Tasyakuran Milad ke-7 Surya Madina, Sebanyak 25 Jamaah Peroleh Umrah Gratis
Dengan layanan GoGreen Plus, BCA dapat berkontribusi langsung dalam pengurangan emisi gas rumah kaca dari pengiriman logistiknya.
“Kami menyadari bahwa keberlanjutan adalah prioritas utama bagi para mitra kami, termasuk institusi keuangan terkemuka seperti BCA,” kata Ahmad Mohamad, Senior Technical Advisor DHL Express Indonesia, dalam keterangannya, Selasa (15/7/2025).
“Melalui layanan GoGreen Plus, kami memberikan solusi terukur bagi berbagai bisnis untuk memitigasi jejak lingkungan mereka, serta berkontribusi langsung pada target emisi nol bersih nasional Indonesia,” tambahnya.
Layanan GoGreen Plus dirancang untuk membantu pelanggan mengurangi emisi gas rumah kaca dari rantai pasok mereka secara signifikan, terutama melalui penggunaan Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan (SAF). Langkah ini merupakan bagian dari dekarbonisasi dalam rantai nilai logistik.
Implementasi layanan ini, menurut Ahmad, dimungkinkan berkat pendekatan inovatif book & claim. Sistem ini memungkinkan DHL mengganti bahan bakar fosil dengan SAF dalam jaringan logistik globalnya.
“Manfaat lingkungan dari pengurangan emisi ini kemudian dialokasikan kepada pelanggan yang berpartisipasi. Dengan demikian, pelanggan tetap dapat berkontribusi terhadap keberlanjutan global meskipun pengirimannya tidak secara fisik diangkut oleh pesawat berbahan SAF,” jelasnya.
