IDF-Netanyahu Berselisih Sendiri Mengenai Rencana ‘Kota Kemanusiaan Palsu’ di Gaza
BERITA TERBARU INDONESIA, ISTANBUL — Usulan kontroversial dari Israel untuk mendirikan apa yang disebut sebagai ‘kota kemanusiaan’ bagi penduduk Palestina di bagian selatan Gaza dilaporkan gagal karena penolakan dari pihak militer, demikian dikabarkan oleh media setempat pada Senin (15/7).
Pekan lalu, pemerintah Israel mengumumkan rencana untuk merelokasi seluruh warga Gaza ke area baru di atas reruntuhan Kota Rafah. Menurut Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, penduduk Palestina Gaza akan ditempatkan di area tersebut. Dari kota ini, mereka akan ‘diizinkan’ untuk beremigrasi ke negara lain.
Rencana ini mendapatkan kecaman luas secara internasional, termasuk dari PBB dan kelompok-kelompok hak asasi manusia yang menyebutnya sebagai bentuk pengusiran paksa warga Palestina.
Pemimpin oposisi Israel juga mengkritik proposal yang diperkirakan menelan biaya hingga 4 miliar dolar AS (sekitar Rp64,92 triliun) tersebut. Mereka membandingkannya dengan kamp konsentrasi karena dinilai akan menahan warga Palestina secara massal di suatu lokasi tertutup tanpa proses hukum yang sah.
Di sisi lain, militer Israel juga menyatakan penolakan. Militer beralasan bahwa proyek ini dapat merusak upaya yang tengah berlangsung untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tahanan dengan pihak Palestina.
