Serangan Israel di Wilayah Timur Lebanon, 12 Orang Tewas
BERITA TERBARU INDONESIA, BEIRUT — Otoritas Lebanon melaporkan bahwa serangan udara yang dilakukan oleh Israel pada Selasa (15/7/2025) di Lembah Bekaa, timur Lebanon, telah menyebabkan 12 orang meninggal dunia. Israel menyatakan bahwa sasaran serangan tersebut adalah basis Hizbullah.
Militer Israel mengungkapkan bahwa mereka telah menyerang target milik pasukan elite Radwan Hizbullah dalam serangan terbaru di Lebanon. Hal ini terjadi meskipun ada gencatan senjata antara Israel dan kelompok yang didukung Iran itu.
Kementerian Kesehatan Lebanon mengumumkan bahwa serangan udara Israel di daerah Bekaa dan Baalbek-Hermel menyebabkan 12 orang tewas dan 12 lainnya terluka.
Semua korban tewas merupakan akibat dari serangan di wilayah Wadi Fara di distrik Baalbek. Sebelumnya, Kantor Berita Nasional yang dikelola pemerintah menyatakan serangan itu mengincar kamp pengungsi Suriah.
Hizbullah mengecam serangan tersebut dan menyebutnya sebagai peningkatan besar dalam agresi yang tengah berlangsung terhadap Lebanon dan warganya. Hizbullah mendesak agar otoritas Lebanon mengambil tindakan tegas dan segera untuk menegakkan gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah.
Israel telah berulang kali melancarkan serangan ke Lebanon meskipun terdapat gencatan senjata sejak November 2024 yang bertujuan untuk mengakhiri permusuhan lebih dari setahun antara Israel dan Hizbullah, termasuk perang selama dua bulan yang melemahkan kelompok tersebut.
Militer Israel menyatakan bahwa sejak pengusiran komandan pasukan Radwan pada bulan September, unit tersebut telah berupaya membangun kembali kemampuannya. Penyimpanan senjata dan aktivitas lainnya di lokasi yang diserang pada hari Selasa merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap kesepakatan antara Israel dan Lebanon.
Menteri Pertahanan Israel Katz menyebut serangan terbaru ini sebagai “pesan yang jelas” bagi Hizbullah dan pemerintah Lebanon yang bertanggung jawab untuk menegakkan perjanjian tersebut.
“Kami akan menyerang setiap teroris dan menggagalkan setiap ancaman terhadap penduduk di utara dan terhadap Negara Israel,” katanya dalam sebuah pernyataan terkait wilayah yang berbatasan dengan Lebanon.
Katz juga berjanji akan merespons dengan kekuatan maksimal terhadap setiap upaya untuk membangun kembali kapabilitas Hizbullah.
Menurut perjanjian gencatan senjata bulan November, Hizbullah harus menarik pasukannya ke utara Sungai Litani, sekitar 30 kilometer (20 mil) dari perbatasan Israel, sehingga hanya tentara Lebanon dan pasukan penjaga perdamaian PBB yang boleh berada di wilayah itu. Israel diharuskan menarik seluruh pasukannya dari negara tersebut, namun tetap menempatkan mereka di lima lokasi yang dianggap strategis.
