Pastikan Arah Kiblat, Kemenag Rejang Lebong Gunakan Theodolite untuk Akurasi Tinggi
BERITA TERBARU INDONESIA, REJANG LEBONG – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, kini mengadopsi peralatan modern guna mendukung aktivitas pengecekan arah kiblat pada masjid dan mushalla di daerah tersebut.
“Kemenag Rejang Lebong telah menyiapkan alat untuk mengukur arah kiblat dengan presisi yang lebih tinggi dibandingkan metode konvensional, yaitu dengan menggunakan alat bernama Theodolite,” ungkap Lukman, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Rejang Lebong, Sabtu.
Theodolite, yang dimiliki Kemenag, adalah alat ukur modern dalam bidang geodesi, yang dinilai mampu memberikan hasil pengukuran arah kiblat yang lebih akurat.
Pemanfaatan alat modern ini, menurutnya, merupakan wujud komitmen Kementerian Agama dalam memanfaatkan teknologi guna meningkatkan ketepatan layanan keagamaan kepada masyarakat.
Saat ini, mereka tengah menjalankan program pengecekan arah kiblat masjid dan mushalla di 15 kecamatan di Rejang Lebong. Hingga kini, dua masjid telah melakukan pengukuran ulang arah kiblat menggunakan Theodolite.
Pengecekan ini dilakukan oleh tim Kemenag Rejang Lebong dengan Theodolite, yang mencakup penentuan koordinat lokasi, sudut elevasi, hingga arah azimut kiblat berdasarkan data astronomis yang telah divalidasi.
“Arah kiblat yang tepat adalah bagian dari kesempurnaan ibadah umat Islam, oleh karena itu harus diukur dengan cermat dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Pengukuran arah kiblat ini bukan hanya masalah teknis, tetapi juga menyangkut dimensi ibadah yang mendasar, sehingga memerlukan peralatan dan metode yang akurat.
Program pengukuran arah kiblat oleh Bidang Bimas Islam Kemenag Rejang Lebong ini dilaksanakan di 15 kecamatan, terutama di masjid atau mushalla yang baru direnovasi, baru dibangun, atau yang belum pernah dilakukan pengukuran arah kiblat sebelumnya.
