Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Berita
  • Masyarakat Jahiliyah Percaya Safar Bulan Sial, Ini Deretan Mitos dan Takhayul di Baliknya
  • Berita

Masyarakat Jahiliyah Percaya Safar Bulan Sial, Ini Deretan Mitos dan Takhayul di Baliknya

Agus Santoso Juli 31, 2025
masyarakat-jahiliyah-anggap-safar-bulan-sial-berikut-mitos-dan-takhayul-yang-ada-dibaliknya

Masyarakat Jahiliyah Percaya Safar Bulan Sial, Ini Deretan Mitos dan Takhayul di Baliknya

BERITA TERBARU INDONESIA, Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriyah. Bulan ini memiliki sejarah yang unik karena disertai dengan berbagai mitos dan takhayul. Pembahasan tentang sejarah Safar tidak bisa dipisahkan dari mitos yang tumbuh pada masa masyarakat Arab sebelum kedatangan Islam.

Menurut penjelasan dari Ibnu Mandzur dalam Lisanul Arab, istilah Safar dapat memiliki dua makna yaitu kosong (Shafar) atau warna kuning (Shufrah). Penamaan Safar berkaitan dengan kebiasaan masyarakat Arab pada masa lalu yang meninggalkan rumah atau tempat tinggal mereka (sehingga menjadi kosong) untuk pergi berperang atau melakukan perjalanan jauh.

Dikutip dari laman MUI, pendapat tersebut dijelaskan dalam al-Mufasshal fi Tarikhil Arab Qablal Islam bahwa orang-orang yang ditinggalkan ini mengeluh sambil mengatakan, “Shafira an-Nasu minna shafaran (Orang-orang mengosongkan kota meninggalkan kita sebab kita miskin, kosong atau tidak memiliki harta).”

Mitos di Bulan Safar

Dalam sejarahnya, masyarakat Arab Jahiliyah menganggap Safar sebagai bulan kesialan. Hal ini tidak terlepas dari kepercayaan mereka bahwa Safar adalah salah satu jenis penyakit yang bersarang di dalam perut.

Tidak hanya itu, penjelasan dalam buku Mengenal Nama Bulan dan Kalender Hijriah menyebutkan bahwa masyarakat Arab Jahiliyah meyakini Safar sebagai bulan yang penuh keburukan. Sebagian dari mereka berpendapat, Safar adalah jenis angin panas yang menyerang bagian perut dan membuat orang yang terkena menjadi sakit.

Kepercayaan terhadap hal-hal ini seperti yang diyakini oleh masyarakat Arab Jahiliyah kemudian dibantah ketika Islam datang.

Continue Reading

Previous: BCA Mendukung Tindakan Pemblokiran Rekening Dormant oleh PPATK, Berikut Alasannya
Next: Bupati Gunungkidul Perintahkan Inspeksi, ASN yang Keluyuran Saat Jam Kerja akan Dijatuhi Sanksi

Related News

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.