Bahlil Targetkan Lifting Migas 900 Ribu BPH, Tantangannya Diungkap
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, kembali menekankan pentingnya meningkatkan lifting minyak dan gas bumi (migas). Menurut Bahlil, Presiden menginginkan agar peningkatan lifting migas Indonesia dapat terus ditingkatkan untuk mengurangi ketergantungan pada impor. Namun, untuk mencapai sasaran ini, ada tiga tantangan utama yang dihadapi di lapangan.
Apakah tantangan tersebut? Pertama, Bahlil menjelaskan, banyak sumur di Indonesia tergolong sumur tua. Sumur-sumur dalam kategori ini bahkan telah ada sebelum Indonesia merdeka, yang berarti mereka berusia lebih dari tujuh hingga delapan dekade.
Tantangan kedua, lanjut Menteri ESDM, adalah banyaknya sumur idle. Sumur ini tidak diproduksi dalam waktu tertentu namun belum ditutup secara permanen dan masih memiliki potensi untuk diaktifkan kembali.
“Dan yang ketiga adalah investasi di sektor migas yang sangat besar dengan risiko tinggi,” kata Bahlil dalam forum Energi dan Mineral Festival di Jakarta, dikutip Kamis (31/7/2025).
Namun, dengan melihat akselerasi dari berbagai pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), ia yakin target tersebut dapat dicapai. Dalam APBN tahun ini, Indonesia menargetkan lifting minyak sebesar 605 ribu barel per hari (bph), dan lifting salur gas sebesar 5.628 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).
Dalam beberapa tahun mendatang, Presiden menargetkan swasembada energi. Salah satu usaha utamanya adalah peningkatan signifikan pada lifting minyak, minimal mencapai 900 ribu bph.
“Salah satu program prioritas dalam Asta Cita Bapak Presiden yaitu kedaulatan energi. Ini bukan hanya slogan, tetapi merupakan cita-cita mulia,” kata Bahlil.
Sebelumnya, dalam acara CEO Forum Hulu Migas 2025, Menteri ESDM juga mendorong pemanfaatan potensi migas dari seluruh konsesi untuk meningkatkan lifting. Dari 128 cekungan, baru 20 yang sudah berproduksi. Data ini menunjukkan masih banyak potensi yang bisa dieksplorasi lebih lanjut.
Selain itu, banyak wilayah kerja (WK) yang telah memiliki plan of development (POD), namun belum berjalan. Sesuai arahan Presiden Prabowo, Bahlil akan bekerja sama dengan KKKS untuk membuat terobosan dalam upaya peningkatan lifting, termasuk mencari akar permasalahan apabila terjadi perlambatan perizinan, sekaligus mempercepat prosesnya.
“Saya akan turun membantu Bapak Ibu semua untuk proses perizinan. Tapi saya mohon bagi yang sudah selesai izinnya, dan atau yang tidak ada persoalan lagi, tolong segera jalan. Kalau tidak maka kami akan mengambil langkah-langkah yang terukur. Tentu saja by regulation,” ujar Bahlil.
Ia juga berpesan agar ada pemberdayaan masyarakat daerah. Hal ini menjadi penting agar kekayaan migas dapat dinikmati warga di sekitar WK. Terkait dukungan fiskal untuk mewujudkan proyek hulu migas yang ekonomis, Menteri ESDM menjelaskan bahwa saat ini tidak ada lagi masalah antara skema gross split maupun cost recovery, karena internal rate of return (IRR) sudah disusun secara ekonomis.
