Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • budaya
  • Monolog Kesaksian Nyai Apun Gencay: Cerita Perempuan Cianjur di Era Kolonial
  • budaya

Monolog Kesaksian Nyai Apun Gencay: Cerita Perempuan Cianjur di Era Kolonial

Andi Pratama April 27, 2025
monolog-kesaksian-nyai-apun-gencay-kisah-perempuan-cianjur-yang-ditindas-di-masa-kolonial

Monolog Kesaksian Nyai Apun Gencay: Cerita Perempuan Cianjur di Era Kolonial

BERITA TERBARU INDONESIA, BANDUNG – Sebuah pementasan monolog bertajuk Kesaksian Nyai Apun Gencay, diangkat dari novel Cinta, Kopi, dan Kekuasaan oleh Saep Lukman, digelar di Alpha Chill & Dine, Kabupaten Cianjur, pada Jumat malam, 25 April 2025. Pertunjukan ini menyoroti kisah seorang perempuan yang mengalami penindasan dalam masa penjajahan di Cianjur.

Pementasan yang diarahkan oleh Rachman Sabur ini menampilkan aktris Wina Rezky Agustina, seorang dosen di Universitas Suryakencana Cianjur, yang mengambil peran sebagai Apun Gencay. Dalam monolog tersebut, ia menampilkan perlawanan melalui penampilannya.

Berbalut kebaya merah, Apun Gencay berdiri dengan suara lantang, mengajak penonton untuk mengingat kembali tokoh-tokoh perempuan yang terlupakan dalam sejarah kolonial.

Naskah yang digubah oleh Wida Waridah ini bertujuan untuk menyadarkan penonton tentang kondisi perempuan pada masa kolonial yang sering terabaikan. Sutradara berharap penonton dapat menafsirkan ulang sejarah perempuan dalam banyaknya era kolonialisme.

Saep Lukman, penulis novel Cinta, Kopi, dan Kekuasaan: Kesaksian Nyai Apun Gencay, merasa terharu dan bangga setelah menyaksikan monolog tersebut. Ia mengungkapkan bahwa dirinya sangat tersentuh oleh penampilan dari dosen Universitas Suryakencana tersebut.

“Saya sangat tersentuh, lebih dari 144 halaman novel berhasil diwujudkan dalam satu tubuh, satu suara, dan satu malam,” ungkapnya pada Jumat malam, 25 April 2025.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang berkontribusi dalam pementasan monolog ini, mulai dari sutradara, penulis naskah, pemeran, hingga seluruh tim pendukung. “Ini lebih dari sekadar pertunjukan; semoga menjadi ruang bagi ekspresi dan diskursus sejarah,” kata Saep.

Continue Reading

Previous: Mentan: Cadangan Beras Mencapai 3,18 Juta Ton, Tertinggi dalam 23 Tahun
Next: Efisiensi Jadi Tantangan bagi Industri Perhotelan, IHGMA: Sinergi…Kita akan Tumbuh Lebih Kuat

Related News

ribuan-warga-hadiri-tradisi-sebaran-apem-yaqowiyu
  • budaya

Ribuan Orang Ikut Serta dalam Tradisi Sebaran Apem Yaqowiyu

Dedi Saputra Agustus 9, 2025
wamenbud-museum-garda-terdepan-diplomasi-budaya-indonesia
  • budaya

Wamenbud: Museum sebagai Garda Terdepan Diplomasi Budaya Indonesia

Rina Kartika Juli 21, 2025
tarian-penantang-maut-sang-matador
  • budaya

Tarian Berani Sang Matador

Andi Pratama Juli 14, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.