Efisiensi Jadi Tantangan bagi Industri Perhotelan, IHGMA: Sinergi…Kita akan Tumbuh Lebih Kuat
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Pelaku industri perhotelan memberikan beberapa rekomendasi kepada pemerintah dalam menghadapi efisiensi anggaran yang memengaruhi beberapa sektor ekonomi.
Ketua Umum Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA), I Gede Arya Pering Arimbawa, menjelang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-IV di Solo, Jawa Tengah, Sabtu, menyatakan bahwa rekomendasi tersebut berasal dari para pelaku bisnis perhotelan.
- KAI Optimalisasi Aset untuk Ketahanan Pangan Nasional
- Pendidikan Fairness, Kewarganegaraan, dan Zonasi Sekolah
- Bandara Ahmad Yani Semarang Resmi Kembali Berstatus Internasional
Salah satu rekomendasi yang disampaikan adalah agar pemerintah dapat memanfaatkan fasilitas jasa yang disediakan oleh hotel di tiap daerah.
“Kami ada di daftar e-katalog Pemda. Silakan manfaatkan jika ada kegiatan,” ujarnya.
IHGMA juga menyiapkan strategi sebagai adaptasi terhadap kebijakan efisiensi pemerintah, termasuk diversifikasi pasar dengan fokus pada wisatawan domestik sektor nonpemerintah, baik individu maupun kelompok.
Pihaknya juga akan memperkuat pasar wisatawan mancanegara baik secara luring maupun daring serta melakukan promosi untuk meningkatkan daya beli pelanggan.
Sebaliknya, pihaknya juga berharap adanya kebijakan afirmatif dan solusi konkret, termasuk kemungkinan insentif khusus bagi hotel yang terdampak aturan efisiensi serta dukungan promosi pariwisata domestik untuk menggairahkan kembali okupansi hotel.
Diharapkan pula ada program padat karya di sektor hospitality, kolaborasi aktif antara pemerintah pusat, daerah, dan mitra kerja pariwisata untuk memastikan keberlanjutan industri.
Terkait rakernas kali ini, pihaknya akan memperkuat sisi profesional, integritas, dan memperkuat relasi.
“Kami juga akan menyusun program ke depan serta inovasi untuk membangun sektor pariwisata,” katanya.
Selain itu, pihaknya akan mengajak pelaku bisnis perhotelan untuk lebih fokus pada fungsi CSR.
“Kami ingin asosiasi berfokus bagi masyarakat, bukan hanya keuntungan,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Organizer Comitee Retno Wulandari menyatakan Rakernas IV IHGMA di Solo akan menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran organisasi dalam mendukung pengembangan pariwisata dan perhotelan di Indonesia melalui penguatan SDM, sinergi, kolaborasi, dan inovasi berbasis nilai-nilai Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia.
“Kami yakin bahwa dengan sinergi kuat antara pemerintah dan pelaku industri, sektor perhotelan Indonesia akan mampu bertahan dan bahkan tumbuh lebih kuat,” katanya.
Dia mengatakan langkah ini sejalan dengan tema rakernas kali ini yang bertema Upgrade, Upscale, Unstoppable.
“Ini sejalan dengan semangat Rakernas IV kami untuk membangun SDM unggul demi pariwisata berdaya saing global,” katanya.
