Ketua Umum Persis Sebut Syarat Vasektomi untuk Bansos Kurang Tepat: Gubernur Tidak Bijaksana
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA—Ketua Umum Persatuan Islam (Persis), KH Jeje Zaenudin berpendapat bahwa usulan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang dikenal dengan sebutan KDM, tentang vasektomi bagi suami sebagai syarat penerima bantuan sosial, dianggap terlalu berlebihan.
Sebagai organisasi yang memiliki basis besar di Jawa Barat, Persis menilai usulan tersebut dapat menjadi kebijakan yang tidak bijak. “Saya melihat bahwa kebijakan Gubernur KDM itu jika benar-benar diterapkan akan menjadi kebijakan yang berlebihan. Bahkan, kebijakan tersebut tidak bijaksana,” ujar Kiai Jeje saat dihubungi BERITA TERBARU INDONESIA, Rabu (30/4/2025).
- Mohammad Ahsan Belum Terpikir Jadi Pelatih Seperti Hendra Setiawan
- Bauksit Jadi Kunci Hilirisasi Mineral, ANTAM Siapkan Industri Alumina
- RUPST Setujui IPO, Bank DKI Siap Masuk Bursa
Kiai Jeje menjelaskan bahwa hukum vasektomi itu sendiri hanya diperbolehkan dalam kondisi darurat. Oleh karena itu, menurutnya, KB pria yang bersifat permanen ini bertentangan dengan ajaran Islam.
Lebih lanjut, dikatakannya, jika dijadikan syarat penerimaan bantuan sosial, hal ini akan menjadi pemaksaan yang memberatkan masyarakat bawah.
“Ini tidak sejalan dengan hak kebebasan warga negara untuk memilih metode pembatasan kelahiran yang diyakini lebih sesuai secara agama dan lebih aman dari segi kesehatan,” kata Kiai Jeje.
