PPATK Bongkar Modus Petani Dipaksa Buka Rekening untuk Terima Setoran Judi Online
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) RI telah menemukan kasus di mana para petani dipaksa oleh pelaku judi online untuk membuka rekening bank yang kemudian digunakan untuk menampung dana hasil kejahatan tersebut. Informasi ini disampaikan oleh Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, pada Jumat (2/5/2025).
“Kami telah menemukan banyak kartu ATM yang dibeli dari saudara-saudara kita, para petani di pedesaan, yang dipaksa untuk membuka rekening. Kemudian, rekening tersebut digunakan oleh pengepul untuk menerima setoran judi,” ujar Ivan.
PPATK juga menemukan bahwa judi online menyebabkan berbagai masalah sosial yang berujung pada tindak kriminal, seperti kekerasan dalam rumah tangga hingga pembunuhan. Selain itu, hak anak untuk mendapatkan pendidikan juga sering terampas karena orang tua terlibat dalam judi online.
“Seharusnya, uang yang dihasilkan oleh orang tua itu digunakan untuk pendidikan anak-anak mereka,” tambahnya.
Ivan mengingatkan bahwa tidak ada pemain judi yang benar-benar menang, karena algoritma judi online sudah diatur sedemikian rupa oleh pelaku untuk memastikan pemain akhirnya kalah setelah menghabiskan banyak uang.
“Ada pemain yang menjual dua mobil mewah dan menggunakannya untuk berjudi online. Setelah itu, mereka menang dan mendapatkan satu motor, namun melupakan bahwa mereka sudah kehilangan dua mobil mewah. Ketika bermain lagi, mereka kembali kehilangan uang senilai tiga mobil,” jelasnya.
Oleh karena itu, Ivan mengapresiasi langkah Polri yang terus berjuang memberantas judi online yang telah merugikan masyarakat di berbagai aspek. Bareskrim Polri telah menindaklanjuti temuan dari PPATK mengenai rekening-rekening yang menjadi tempat aliran dana judi online dengan memblokir 865 rekening dengan total nilai sekitar Rp194,7 miliar.
“Ini adalah pencapaian lanjutan dari pencapaian sebelumnya. Kami di PPATK sangat yakin bahwa pencapaian-pencapaian ini akan terus berlanjut dengan hasil yang lebih baik di masa depan,” tutup Ivan.
