KPAI: Hukuman Berat Bagi Predator Seks di Jepara Diperlukan
BERITA TERBARU INDONESIA, SEMARANG — Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Ai Maryati Solihah menegaskan pentingnya pemberatan hukuman bagi pelaku predator seks dari Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Hal ini dikarenakan para korban dari tindakan kriminal tersebut adalah anak-anak, yang tergolong dalam kelompok rentan.
Ai menjelaskan bahwa Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) sudah mengatur sanksi bagi pelanggaran yang terjadi. “Pemberatan hukuman diperlukan dalam kasus yang melibatkan anak-anak sebagai korban, karena mereka merupakan kelompok rentan ketika berhadapan dengan predator seksual seperti kasus di Jepara,” ujarnya pada Ahad (4/5/2025).
Ia menambahkan bahwa anak-anak cenderung lebih mudah dimanipulasi. Menurut Ai, banyak insiden kekerasan atau kejahatan seksual dimulai dengan proses grooming.
“Grooming adalah metode membangun hubungan kuasa secara sistematis tanpa kekerasan fisik, melainkan melalui janji-janji manis dan manipulasi, tidak langsung meminta aktivitas seksual,” jelas Ai.
Ai menekankan bahwa hal ini harus menjadi perhatian serius, terutama bagi orang tua. Ia juga mengetahui bahwa pelaku di Jepara mendokumentasikan aksi kejahatannya melalui foto dan video. Berdasarkan UU TPKS, tindakan ini dapat dikenai pemberatan hukuman.
“Perlu dilakukan scientific investigation untuk memastikan apakah video tersebut telah diunggah ke situs porno atau hanya untuk koleksi pribadi. Hal ini akan mempengaruhi beratnya hukuman,” kata Ai.
Ia menyarankan agar pihak kepolisian segera menghapus konten video yang ditemukan di situs pornografi, karena hal ini sangat merugikan anak-anak saat ini dan di masa depan.
Ai menambahkan bahwa KPAI saat ini fokus pada dukungan penanganan oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) serta Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Jepara. “Karena para korban, anak-anak kita, membutuhkan dukungan dari orang yang dapat dipercaya, dan keluarga mereka juga perlu dikuatkan,” tutupnya.
