Kementerian ESDM Dorong Bali Bangun PLTP Setelah Pemadaman Listrik
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong Provinsi Bali untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dalam rangka memperkuat ketahanan dan kemandirian energi di wilayah tersebut. Pembangunan PLTP dianggap penting agar kejadian pemadaman listrik massal (blackout) tidak terulang lagi.
“Ada peluang bagi Bali untuk memiliki PLTP sendiri. Karena sejauh ini, wilayah kerja panas buminya berada di kawasan Bedugul,” ungkap Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi setelah konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (5/5).
Eniya menekankan pentingnya setiap pulau memiliki sumber energi yang mandiri, tanpa bergantung pada pasokan dari daerah lain. Saat ini, sebagian besar pasokan listrik Bali berasal dari sistem kelistrikan Jawa melalui kabel laut, yang menyebabkan Bali rentan terhadap gangguan transmisi.
“Termasuk kejadian pemadaman total di Bali, kami menekankan pentingnya kemandirian energi dalam satu pulau. Dari dulu kami sudah memberitahukan kepada Bali untuk tidak bergantung pada Jawa,” jelasnya.
Menurut Eniya, Bali memiliki potensi panas bumi yang signifikan, terutama di kawasan Bedugul. Potensi ini layak dikembangkan untuk membangun PLTP sebagai sumber energi bersih dan andal bagi Bali.
Di sisi lain, PT PLN (Persero) telah menyelesaikan proses pemulihan listrik secara bertahap. Pemadaman yang terjadi pada Jumat (2/5/2025) sejak pukul 16.00 WITA, berhasil dipulihkan sepenuhnya pada Sabtu (3/5) pukul 03.30 WITA.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan bahwa indikasi awal gangguan berasal dari sistem kabel laut, namun penyebab pastinya masih dalam penyelidikan. Ia menegaskan bahwa insiden ini bukan akibat serangan siber.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami juga mengapresiasi kesabaran dan pengertian seluruh pelanggan kami,” kata Darmawan.
