Ketum DPP Perbasi: Indonesia Semakin Diakui Sebagai Tuan Rumah Ajang Bergengsi
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi) Budisatrio Djiwandono menyatakan, Indonesia semakin mendapatkan kepercayaan dari Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) untuk menjadi tuan rumah turnamen bola basket bergengsi tingkat dunia.
Menurut Budisatrio, kepercayaan FIBA yang memilih Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia Basket Putri U17 2028 dan Piala Dunia Basket U19 2029 adalah sebuah pencapaian yang patut dijaga.
- DPP Perbasi Memperkuat Program Timnas Putri untuk Mempertahankan Emas SEA Games
- Perbasi Menargetkan Tim Basket 3×3 Indonesia Tampil di Olimpiade 2028 Los Angeles
- Alasan BTN Perbasi Mengangkat David Singleton sebagai Pelatih Timnas Basket Putra
“Hal ini tentunya memberikan semangat bagi kami di Perbasi untuk mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk infrastruktur dan sumber daya manusia,” ujar Budisatrio dalam laman resmi Perbasi di Jakarta pada Jumat (9/5/2025).
Dia menambahkan, dua agenda Piala Dunia tersebut akan memberikan dampak jangka panjang bagi perkembangan bola basket di Indonesia. Selain itu, Indonesia juga dijadwalkan untuk mengadakan Piala Asia Basket U16 2027 dan Piala Asia Basket U18 2028.
“Perbasi akan terus mencari bibit-bibit atlet muda agar dapat bersaing dengan baik di berbagai acara atau kompetisi internasional,” tambah Budisatrio.
Dia menilai bahwa model penyelenggaraan multi-tahun yang diperkenalkan FIBA sejak 2019 telah mendorong setiap federasi nasional untuk menjadi tuan rumah dua turnamen kelompok umur secara berturut-turut.
Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan sinergi penyelenggaraan dan memberikan kesempatan kepada federasi untuk menunjukkan kapasitasnya di tingkat internasional.
Bagi Indonesia, penunjukan ini sangat bersejarah karena menjadi negara pertama di Asia yang dipercaya FIBA untuk menyelenggarakan turnamen tersebut. Sebelumnya, Indonesia juga pernah menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2023 bersama Jepang dan Filipina.
