Studi: Energi Terbarukan Indonesia Memiliki Potensi Besar untuk Dikembangkan
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Penelitian terbaru oleh Institute for Essential Services Reform (IESR) mengungkapkan potensi besar energi terbarukan di Indonesia, terutama dari tenaga surya, angin, dan mini hidro.
Deon Arinaldo, Manajer Program Transformasi Sistem Energi IESR, menjelaskan bahwa hasil penelitian yang diselesaikan pada Februari lalu menunjukkan kapasitas total pembangkit energi terbarukan yang layak dikembangkan mencapai 333 gigawatt (GW).
“Potensi terbesar terdapat pada tenaga angin dengan kapasitas 167 GW, diikuti oleh tenaga surya sebanyak 166 GW, dan mini hidro sekitar 0,7 GW,” ujar Deon dalam pertemuan dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta baru-baru ini.
Dia menambahkan bahwa pemilihan lokasi dilakukan dengan ketat, mempertimbangkan kedekatan dengan jaringan atau gardu PLN agar integrasi dan evakuasi energi lebih efisien. Studi ini menggunakan pendekatan Geographic Information System (GIS) untuk menilai potensi lahan secara teknis, yang kemudian dikombinasikan dengan analisis pembiayaan proyek untuk memastikan kelayakan investasi.
“Kami hanya memilih lahan yang dekat dengan jaringan PLN agar hasilnya benar-benar dapat dikembangkan dan diintegrasikan dengan jaringan listrik nasional,” jelasnya.
Industri pembangkit listrik tenaga air diharapkan terus berkembang sebagai pendukung transisi energi nasional. Salah satu perusahaan yang terlibat adalah PT Berkat Cawan Energi (BCE), bagian dari Berkat Cawan Group, yang fokus pada pengembangan transisi energi hijau.
BCE telah mendapatkan dokumen Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) untuk dua proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) strategis: PLTA Cibuni 3 dan PLTA Cimandiri 3 di wilayah Jawa Barat, seperti yang dinyatakan dalam keterangan tertulis, Jumat (9/5/2025).
Albert Junior, pemilik perusahaan, menyatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan langkah-langkah strategis untuk mengembangkan energi hijau berbasis potensi lokal. Proyek PLTA Cibuni 3 akan memanfaatkan aliran Sungai Cibuni yang melintasi tiga kecamatan: Cidadap (Kabupaten Sukabumi), Agrabinta, dan Cijati (Kabupaten Cianjur), sementara PLTA Cimandiri 3 akan dibangun di Warungkiara dan Jampangtengah (Kabupaten Sukabumi).
Semua lokasi dipilih berdasarkan studi kelayakan teknis dan analisis dampak lingkungan yang menyeluruh. Dia menjelaskan bahwa BCE telah berkoordinasi erat dengan Pemerintah Daerah Sukabumi dan Cianjur serta beberapa instansi teknis. Proses ini diperkuat melalui kolaborasi dengan PT PLN untuk memastikan integrasi teknis dalam sistem distribusi.
