Polresta Bandung Amankan 142 Preman di Area Industri
BERITA TERBARU INDONESIA, BANDUNG – Polresta Bandung berhasil mengamankan 142 orang preman di area industri, Rancaekek, Kabupaten Bandung, pada Sabtu (10/5/2025) malam. Beberapa preman telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pidana, sementara lainnya masih dalam penyelidikan.
Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan berdasarkan laporan masyarakat. Menurutnya, aksi premanisme kerap terjadi setiap kali memasuki periode gajian atau tanggal muda.
“Di wilayah Kahatex ini, pada waktu-waktu tertentu ketika memasuki masa gajian, banyak terjadi aksi premanisme dan pemalakan,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan pada Minggu (11/5/2025).
Petugas melakukan patroli dan berhasil mengamankan 142 orang preman, memastikan bahwa area tersebut aman dan bebas dari premanisme. Aldi menekankan pentingnya menjaga area industri bebas dari premanisme karena memiliki manfaat besar bagi daerah, termasuk peningkatan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan perbaikan infrastruktur.
Area industri juga memiliki daya tarik investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Pihaknya juga telah melakukan patroli dan pengamanan di lokasi area industri lainnya.
“Kami hadir untuk memberikan rasa aman kepada pelaku industri, pelaku usaha, dan karyawan yang pulang malam dari ancaman premanisme,” tambahnya.
Langkah preventif dan preemptif terus dilakukan. Ia menyebutkan bahwa kondisi rawan biasanya terjadi saat minggu penerimaan gaji.
“Kami akan mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap siapapun yang mencoba melakukan premanisme terhadap pelaku industri dan karyawan,” tegasnya.
Pihaknya memastikan tidak akan memberikan toleransi sedikitpun terhadap tindakan premanisme. “Saya tegaskan, di mana pun tindakan premanisme akan ditindak tegas,” ujarnya.
Ketua Apindo Kabupaten Bandung, Wilky Kurniawan, menegaskan bahwa keamanan adalah fondasi utama untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif. “Kami mengapresiasi tindakan yang dilakukan Polresta Bandung,” katanya.
