Ratusan Pelajar di Bogor Keracunan MBG, BGN Beri Teguran kepada SPPG
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Pada pekan lalu, ratusan pelajar dilaporkan mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu dari program makan bergizi gratis (MBG) di Kota Bogor. Hingga Sabtu (10/5/2025), tercatat 214 siswa yang terdampak.
Tigor Pangaribuan, Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional (BGN), menyatakan bahwa timnya segera melakukan pengujian laboratorium terhadap bahan serta makanan yang dimasak setelah mendapatkan laporan tersebut. Selain itu, BGN juga memberikan teguran kepada satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang mengelola makanan tersebut.
“Jika terjadi hal seperti ini, langkah kami biasanya langsung mengecek sampel makanannya, apakah valid?” ungkapnya dalam keterangannya, Senin (12/5/2025).
Setelah menemukan sampel makanan yang tidak layak, BGN memberikan peringatan kepada SPPG. Hal seperti ini seharusnya tidak boleh terjadi.
“Kami memberikan teguran keras kepada satuan pelayanan jika melakukan kesalahan semacam itu,” lanjutnya.
BGN juga berencana memberikan pelatihan kembali kepada SPPG yang bersangkutan, khususnya bagi penjamah makanan, untuk mencegah kejadian serupa. Jika ditemukan ketidaksegaran atau kejanggalan lain dari bahan makanan, BGN akan menghentikan pemasok bahan tersebut. “Jika sumber masalahnya dari bahan makanan, kita harus tahu dari mana asal suppliernya. Setelah itu, kita akan memberikan teguran kepada supplier. Jika tidak ada perbaikan, kita akan menghentikan supplier tersebut,” tambah Tigor.
Tigor memastikan bahwa BGN akan bertanggung jawab atas penanganan serta pembiayaan medis untuk para pelajar yang keracunan. Para korban juga akan mendapatkan asuransi.
“Kami bekerja sama dengan Puskesmas untuk menanggung seluruh biaya pengobatan melalui BGN,” jelasnya.
