Kontribusi Malaikat dalam Penggalian Sumur Zamzam
BERITA TERBARU INDONESIA,JAKARTA — Membicarakan sejarah sumur zamzam di Makkah, tidak bisa dilepaskan dari cerita Hajar, istri Nabi Ibrahim Alahissalam yang melahirkan Nabi Ismail Alahissalam. Sumur zamzam ditemukan oleh malaikat setelah Hajar berlari-lari di antara bukit Shafa dan Marwah, sebuah ritual dalam haji dan umroh yang disebut sa’i.
Dalam Tafsir Al-Azhar, Buya Hamka menjelaskan, berdasarkan Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Ibnu Abbas, syiar sa’i adalah kenangan akan Hajar ketika Nabi Ismail yang dikandungnya telah lahir. Setelah kelahiran Nabi Ismail, Hajar bersama anaknya ditinggalkan di tempat itu oleh Nabi Ibrahim karena beliau harus melanjutkan perjalanan ke Syam.
Air persediaan untuk Hajar dan Ismail pun habis, bahkan air susunya untuk Ismail hampir kering. Tidak ada sumur di sekitar mereka.
Ismail menangis kelaparan sampai suaranya hampir hilang. Hajar berlari dengan cemas di antara bukit Shafa dan Marwah untuk mencari air, sebanyak tujuh kali bolak-balik.
Selama itu, Ismail tetap di kemah di lembah. Tiba-tiba, Hajar mendengar suara dan melihat burung terbang. Selesai berlari tujuh kali, Hajar kembali ke tempat Ismail. Dia melihat malaikat menggali tanah di dekat kaki Ismail.
Air pun muncul. Dengan penuh harap, Hajar memeluk air itu sambil berkata “Zam-Zam” yang berarti berkumpul, berkumpul.
Kebetulan saat itu kafilah dari Jurhum yang sedang mencari air datang. Inilah asal mula sumur zamzam dan asal mula lembah tanpa tanaman ini menjadi sebuah negeri. Inilah asal mula Makkah.
Demikian Buya Hamka menjelaskan dalam Tafsir Al-Azhar, merujuk dari hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim tentang sejarah sumur zamzam yang digali malaikat.

