Penelitian: Pengaruh ‘Kembaran’ di Metaverse Bisa Merogoh Kocek di Dunia Nyata
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Pernahkah Anda membayangkan bisa berada di dua tempat sekaligus? Dengan kemajuan teknologi digital, kini hal tersebut bukan lagi sekadar angan-angan.
Menurut laporan yang diterbitkan pada Rabu (14/5/2025) oleh Journal of Research in Interactive Marketing, sebuah penelitian internasional terbaru mengungkap fenomena menarik mengenai representasi digital diri kita. Para peneliti menyebutnya sebagai “kembaran digital” (digital doppelgängers), yang secara signifikan mempengaruhi cara kita berinteraksi dengan merek di dunia virtual seperti metaverse, dan dampaknya meluas ke perilaku kita di dunia nyata.
Avatar metaverse adalah representasi digital individu dalam dunia virtual metaverse. Ini memungkinkan pengguna untuk memvisualisasikan dan mengekspresikan diri mereka serta berinteraksi dengan pengguna dan lingkungan digital lainnya di metaverse.
Berbeda dengan avatar kartun sederhana dalam game video zaman dulu, kembaran digital yang canggih ini memiliki kemampuan untuk merasakan seperti menyentuh, melihat, dan mendengar dalam lingkungan virtual, menciptakan pengalaman yang jauh lebih imersif. Penelitian yang melibatkan 475 partisipan di China ini mengkaji bagaimana interaksi mereka dengan berbagai merek melalui kembaran digital mereka di dunia maya.
Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara interaksi positif kembaran digital dengan peningkatan keterikatan partisipan terhadap merek-merek tersebut di dunia nyata. Fenomena ini menjadi inovasi baru dalam memahami perilaku konsumen, karena mendefinisikan kembaran digital sebagai perpanjangan diri yang memberikan rasa kehadiran dan kontrol dalam ruang digital. Lebih dari sekadar grafis komputer, kembaran digital kini menjadi ekstensi diri yang mampu mempengaruhi tindakan kita di dunia fisik.
Contohnya, jika kembaran digital menghadiri fashion show virtual dan merasakan sensasi berjalan di runway mengenakan pakaian desainer, kemungkinan besar Anda akan lebih tertarik dengan merek tersebut di kehidupan nyata. Ketertarikan ini dapat terwujud dalam bentuk mengunjungi situs web mereka, mengikuti akun media sosial mereka, hingga melakukan pembelian produk mereka.
Studi ini menyoroti tiga faktor kunci yang melandasi mekanisme hubungan “digital ke nyata” ini. Pertama adalah kesenangan (enjoyment), yaitu kepuasan sederhana yang dirasakan individu ketika kembaran digital mereka berinteraksi dengan merek secara menyenangkan. Kedua adalah relaksasi (relaxation), yaitu peredaan stres yang didapatkan dari melarikan diri ke dunia virtual di mana pengguna memiliki kendali atas pengalaman mereka. Ketiga adalah reputasi (reputation), yaitu peningkatan status sosial yang diperoleh dari keberadaan kembaran digital di lingkungan virtual yang diasosiasikan dengan merek-merek bergengsi.
Ketika kembaran digital mengalami interaksi yang menyenangkan, relaksasi, atau meningkatkan reputasi dengan merek, individu cenderung mengembangkan hubungan yang lebih kuat dengan perusahaan-perusahaan tersebut dalam kehidupan nyata mereka. Untuk menguji hipotesis ini, para ilmuwan melakukan survei terhadap individu yang aktif menggunakan platform metaverse populer seperti Roblox dan ZEPETO di China.
