Budi Arie: Koperasi Merah Putih Berpotensi Tekan Kemiskinan Ekstrem
BERITA TERBARU INDONESIA, CIMAHI — Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi menegaskan bahwa kehadiran Koperasi Merah Putih di desa dan kelurahan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menekan angka kemiskinan di Indonesia.
Ada 3,1 juta orang di Indonesia yang mengalami kemiskinan ekstrem. Menurut Budi Arie, koperasi ini adalah alat untuk menyejahterakan masyarakat dan memajukan daerah serta desa, ungkapnya setelah menghadiri Musyawarah Koperasi Merah Putih di Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Kamis (15/5).
Budi Arie yakin Koperasi Merah Putih yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto ini dapat menggerakkan ekonomi masyarakat. Ia optimis koperasi tersebut dapat mencapai target 80 ribu unit tahun ini.
Ke depan, rantai distribusi pasokan akan dipangkas, sehingga keberadaan koperasi ini sangat menguntungkan masyarakat. Biasanya, pasokan bahan pokok dari pabrik menuju distributor, lalu ke pasar atau agen. Kali ini berbeda, karena bahan baku dari pabrik akan langsung didistribusikan ke koperasi tanpa perantara, jelasnya.
Budi Arie menekankan bahwa Koperasi Merah Putih harus mampu menghasilkan keuntungan. Sebanyak 22 kementerian dilibatkan untuk pembinaan dan pengawasan.
Sebagai lembaga usaha, koperasi ini harus produktif dan targetnya harus menghasilkan keuntungan. Tidak ada cerita koperasi rugi. Saya tekankan koperasi harus untung, yang dilarang di koperasi adalah penipuan, mark-up, dan fiktif. Keuntungan untuk siapa? Untuk anggota, tegas Budi Arie.
Budi Arie juga mendorong agar masyarakat yang merupakan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial bergabung menjadi anggota koperasi tersebut. Karena bantuan sosial (Bansos) hingga kebutuhan bersubsidi akan disalurkan melalui Koperasi Merah Putih.
Kami mendorong semua KPM menjadi anggota koperasi karena penyaluran bansos akan dilakukan melalui koperasi. Saya melihat kehadiran koperasi ini menarik minat masyarakat yang sangat tinggi, karena di koperasi ini ada jaminan kebutuhan pokok dari pemerintah, ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menyatakan bahwa proses pembentukan Koperasi Merah Putih di seluruh kelurahan sudah berjalan. Pihaknya menargetkan akhir bulan ini semua sudah terdaftar.
Kami targetkan 31 Mei seluruh akta notaris selesai dan siap didaftarkan, dan akhir Juni seluruh kelurahan sudah menyelesaikan musyawarah dan pembentukan koperasi. Kami yakin ini akan menjadi penggerak ekonomi lokal dan instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat, kata Ngatiyana.
