Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • politik
  • Kegagalan Diplomasi Israel, Menjauhnya Amerika Serikat, dan Keuntungan bagi Hamas
  • politik

Kegagalan Diplomasi Israel, Menjauhnya Amerika Serikat, dan Keuntungan bagi Hamas

Rina Kartika Mei 15, 2025
kegagalan-diplomasi-israel-menjauhnya-amerika-serikat-dan-diuntungkannya-hamas

Kegagalan Diplomasi Israel, Menjauhnya Amerika Serikat, dan Keuntungan bagi Hamas

BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Diskusi langsung antara Amerika Serikat dan Hamas yang berujung pada kesepakatan untuk membebaskan tawanan Israel-Amerika, Edan Alexander, telah mengejutkan Israel.

Kesepakatan ini mengingatkan pada skenario perundingan sebelumnya antara Amerika Serikat dan kelompok Houthi Ansar Allah di Yaman. Dalam kedua kasus ini, Amerika Serikat bernegosiasi dengan entitas politik non-negara untuk mencapai tujuan tertentu.

Terkait Houthi, perjanjian tersebut berfokus pada mengamankan jalur maritim Amerika Serikat. Sedangkan dengan Hamas, fokusnya adalah pembebasan seorang tawanan berkewarganegaraan Israel.

Dalam konteks ini, kepentingan Israel tidak diprioritaskan. Perjanjian dengan Houthi tidak mencakup penghentian serangan roket ke Israel dan kebebasan navigasi kapal Israel. Sedangkan dengan Hamas, kesepakatan tidak mencakup pembebasan lebih banyak tahanan Israel atau masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.

Kesepakatan antara Amerika Serikat dan Hamas ini bukanlah indikasi tunggal bahwa kepentingan Amerika Serikat lebih diutamakan daripada kepentingan Israel. Sebelumnya, ada pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran, posisi Amerika Serikat dalam konflik Suriah, dan preferensi Donald Trump terhadap peran Turki di Suriah dibandingkan Israel.

Israel mengira bahwa kepentingan Amerika Serikat di kawasan ini akan selaras dengan kepentingan mereka, namun terkejut ketika mendapati kepentingan Amerika Serikat mendahului, bahkan bertentangan dengan kepentingan Israel.

Kegagalan dalam kasus ini ada dua, pertama karena ini adalah kedua kalinya pemerintah Amerika Serikat melakukan perundingan dengan Hamas, yang pertama melalui utusan Adam Boller.

Continue Reading

Previous: Pertemuan Bersejarah: Presiden Prabowo Sambut Perdana Menteri Australia di Istana Merdeka
Next: Budi Arie: Koperasi Merah Putih Berpotensi Tekan Kemiskinan Ekstrem

Related News

kunjungan-balasan-presiden-peru-dina-boluarte-akan-bertemu-prabowo-di-istana
  • politik

Kunjungan Resmi, Presiden Peru Dina Boluarte Bertemu Prabowo di Istana

Maya Lestari Agustus 11, 2025
setelah-ingin-caplok-gaza-kini-israel-hendak-gulingkan-otoritas-palestina
  • politik

Setelah Berniat Caplok Gaza, Kini Israel Ingin Gulingkan Otoritas Palestina

Dewi Anjani Agustus 11, 2025
prabowo-indonesia-butuh-pertahanan-kuat-di-tengah-gejolak-global
  • politik

Prabowo: Pentingnya Pertahanan Tangguh untuk Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global

Dewi Anjani Agustus 11, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.